Monthly Archives: January 2017

Kersen (Muntingia calabura L.)

24 January 2017

Hasil gambar untuk kersen

Kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman jenis neotropik yaitu suatu jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis. Di setiap negara buah kersen memiliki beberapa nama yang berbeda seperti datiles, aratiles, manzanitas (Filipina), kerukup siam (Malaysia), capulin blanco, cacaniqua, niguito (Spanyol), Jamaican cherry, Panama berry, Singapore cherry (Inggris) dan Japanse kers (Belanda) sehingga nama tersebut diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia (Dwi dan Istikhomah, 2010).

Tanaman kersen (Muntingia calabura L.) berasal dari Amerika tropis (Meksiko Selatan, Karibia sampai ke Per dan Bolivia), kersen dibawa masuk ke Filipina akhir abad 19, hingga tersebar diseluruh kawasan tropika yaitu Asia. Kersen tumbuh liar di tempat terbuka dan perbukitan terbuka, di tepi-tepi jalan, tepi-tepi sungai juga dataran rendah yang sistem pengairanya baik, dan pada tanah liat berpasir. Kersen tumbuh mengelompok dan tersebar, pada umumnya tumbuh pada ketinggian hingga 1000 m diatas permukaan laut, tumbuh baik pada tanah pH 5,5-6,5. Dikota dan desa kersen banyak dijumpai, ditanam sebagai pohon buah dan pelindung (Kokasih, 2013).

Menurut Simatupang (2011) klasifikasi tanaman kersen dalam sistematika tumbuhan sebagai berikut :

Kingdom          : Plantae

Divisi               : Spermatophyta

Class               : Dicotyledoneae

Ordo                : Malvales

Famili              : Elaeocarpaceae

Genus             : Muntingia

Spesies           : Muntingia calabura L

Pohon kersen dapat tinggi sampai 12 m namun umumnya hanya 3-6 m saja. Sepanjang tahun pohon kersen selalu hijau dan terus menerus berbunga dan berbuah. Pohon kersen memiliki cabang-cabang mendatar, menggantung diujungnya membentuk naungan yang rindang (Kokasih, 2013). Tanaman kersen daunnya tunggal, berbentuk bulat telur sampai berbentuk lanset berukuran panjang 4-14 cm dan lebar 1-4 cm, berwarna hijau muda, percabangan mendatar, memiliki tepi yang bergerigi, berujung runcing, lembaran daun bagian bawah berbulu kelabu dan memiliki tangkai yang pendek.

Bunga pohon kersen memiliki warna putih yang akan berisi 1-5 kuntum bunga yang terletak di ketiak sebelah atas tumbuhnya daun, bersifat hemafrodit, bertangkai panjang, berbilangan lima, benang sari berjumlah 10-100 helai dan memiliki rambut-rambut halus. Bunga yang mekar akan menonjol keluar namun setelah menjadi buah akan menggantung ke bawah tersembunyi dibawah helai-helai daun. Buah kersen bertipe buah buni, bertangkai panjang, berbentuk bulat hampir sempurna, berdiameter 1-1,5 cm, terasa sedikit lengket saat dipetik, berwarna hijau-kuning saat muda dan berubah merah saat masak. Didalam buah berisi beberapa biji-biji kecil berwarna kuning yang terkubur dalam daging buah yang lembut, memiliki rasa yang manis sekali dan beraroma khas tetapi tidak tajam (Kokasih, 2013).

Kandungan Kimia Buah Kersen

Buah kersen meski hanya digunakan sebagai tanaman peneduh sebenarnya memiliki cukup banyak kandungan gizi yang baik, bermanfaat bagi tubuh dan berkhasiat sebagai obat seperti pada penelitian Pramono dan Santoso (2014) menyatakan bahwa ekstrak buah kersen berpengaruh menurunkan kadar gula darah pada tikus putih pada dosis 100 mg/kg BB. Pada penelitian Meiliza (2013) juga menyatakan bahwa jus buah kersen mampu menurunkan kadar asam urat darah mencit putih jantan galur Swiss Webster yang diinduksi dengan kalium oksalat, tetapi penurunan kadar tersebut belum setara dengan kontrol positif (allopurinol).

Buah kersen diketahui sebagai sumber antioksidan karena mengandung senyawa antioksidan vitamin C yang cukup tinggi sebesar 80,5 mg. Antioksidan merupakan senyawa kimia yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Salah satu bentuk senyawa oksigen reaktif adalah radikal bebas, senyawa ini terbentuk di dalam tubuh dan dipicu oleh bermacam-macam faktor (Winarsi, 2007). Antioksidan dalam pangan berperan penting untuk mempertahankan mutu produk, mencegah ketengikan, perubahan nilai gizi, perubahan warna dan aroma, serta kerusakan fisik lain yang diakibatkan oleh reaksi oksidasi (Widjaya, 2003).

Antioksidan alam telah lama diketahui menguntungkan untuk digunakan dalam bahan pangan karena umumnya derajat toksisitasnya rendah (Cahyadi, 2006). Selain itu adanya kekhawatiran akan kemungkinan efek samping yang belum diketahui dari antioksidan sintetik menyebabkan antioksidan alami menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan (Setyaningrum, 2013).

Menurut Gemilang (2012)  kandungan gizi buah kersen dalam 100 g buah dapat dilihat pada Tabel berikut :

Komposisi Kimia

Jumlah

Air

77,8 g

Protein

0,384 g

Lemak

1,56 g

Karbohidrat

17,9 g

Serat

4,6 g

Abu

1,14 g

Kalsium

124,6 mg

Fosfor

84,0 mg

Besi

1,18 mg

Karoten

0,019 g

Tianin

0,065 g

Riboflavin

0,037 g

Niacin

0,554 g

Vitamin C

80,5 mg

Nilai Energi

380 kJ