Home » artikel » Kayu Manis (Cinnamomum burmani (Nees) BI)

Kayu Manis (Cinnamomum burmani (Nees) BI)

8 August 2016

Hasil gambar untuk kayu manis

Di Indonesia, kayu manis (Cinnamomum burmani (Nees) BI) memiliki beberapa nama yang berbeda-beda tiap daerahnya, antara lain; Sumatera : Holim, holim manus, modang siak-siak (Batak), kanigar, kayu manis (Melayu), madang kulit manih (Minang kabau). Jawa: Huru mentek, kiamis (Sunda), kanyengar (Kangean). Nusa tenggara: Kesingar, kecingar, cingar (Bali), onte (Sasak), Kaninggu (Sumba), Puu ndinga (Flores). Selain itu juga memiliki nama asing, antara lain; Kaneealkassia, Cinnamon tree (Inggris); yin xiang (Cina).

Kayu manis (Cinnamomum burmani (Nees) BI) dibudidayakan untuk diambil kulit kayunya, di daerah pegunungan sampai ketinggian 1500 m. Tinggi pohon 1-12 m, daun lonjong atau bulat telur, warna hijau, daun muda berwarna merah. Kulit berwarna kelabu, dijual dalam bentuk kering, setelah dibersihkan kulit bagian luar, dijemur dan digolongkan berdasarkan panjang asal kulit (dari dahan atau ranting (Harris, 1990). Dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Cassia vera, berguna sebagai bumbu masak atau bahan penyedap untuk pembuatan kue, juga sebagai ramuan obat mencret, sakit perut, nyeri lambung, sariawan, batuk, asma, masuk angin dan sebagainya (Wijayakusuma dan Dalimartha, 2005).

Tanaman berbentuk pohon, tingginya 5-15 m, dan berakar tunggang. Kulit pohon berwarna abu-abu tua berbau khas. Kayunya berwarna merah cokelat muda. Daun tunggal, kaku seperti kulit, panjang tangkai daun 0,5-1,5 cm dan letak daun berseling. Bentuk daun elips memanjang, panjang 4-14 cm, lebar 1,5-6 cm, ujung runcing dengan tepi rata. Permukaan daun sebelah atas licin, warnanya hijau, permukaan bawah bertepung warnanya keabu-abuan dan mempunyai 3 buah tulang daun yang melengkung. Daun muda berwarna merah pucat, tetapi ada varietas yang berwarna hijau ungu. Bunga kecil-kecil berwarna hijau-putih, berkumpul dalam rangkaian berupa malai, panjang tangkai bunga 4-12 mm, berambut halus, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Buahnya buni, bulat memanjang, panjang sekitar 1 cm, warnanya merah. Bijinya kecil, bulat telur, saat masih muda warnanya hijau, setelah tua menjadi hitam (Wijayakusuma dan Dalimartha, 2005).

Kulit kayu manis mempunyai rasa pedas dan manis, berbau wangi, serta bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam kayu manis diantaranya minyak atsiri eugenol, safrole, sinamaldehide, tannin, kalsium oksalat, damar dan zat penyamak (Hariana, 2007). Kayu manis mempunyai kandungan senyawa kimia berupa fenol, terpenoid dan saponin yang merupakan sumber antioksidan (Halliwell, 2007).

artikel