Home » artikel » Paku Cakar Ayam

Paku Cakar Ayam

Tanaman Paku cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) adalah tumbuhan yang memiliki batang tegak dengan tinggi sekitar 15-35 cm dan akarnya keluar pada percabangan. Tanaman paku cakar ayam memiliki daun yang kecil-kecil dengan panjang 4-5 mm, lebar 2 mm, berbentuk jorong dengan ujung meruncing serta pangkal yang rata. Salah satu ciri khas lainnya adalah dari warna daun, di mana di bagian atas hijau tua sedangkan bagian bawah hijau muda. Daun tersusun di kiri-kanan batang induk sampai ke percabangannya yang menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya (Dalimarta, 1999 dalam Sutomo dan Fardila, 2013). Paku cakar ayam mempunyai habitus terna, merayap, dan sedikit tegak. Batang bulat, liat, bercabang-cabang menggarpu, tanpa pertumbuhan sekunder, dan putih kecoklatan. Akarnya serabut dan muncul dari batang yang berdaun dan berwarna coklat kehitaman (Hutapea, 1999 dalam Widodo, 2006).

Berikut klasifikasi tanaman paku cakar ayam: (Hutapea, 1999 dalam Widodo, 2006)

Divisi               : Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas               : Lycopodiinae
Bangsa            : Selaginellales
Suku                : Selaginellaceae
Marga              : Selaginelle
Jenis                : Selaginella doederleinii

Tanaman paku cakar ayam banyak tumbuh pada tebing-tebing, jurang dan tempat-tempat teduh berhawa dingin, dari ketinggian 400-750 meter diatas permukaan laut. Tanaman paku cakar ayam juga dikenal dengan nama daerah rumput solo atau cemara kipas gunung. Dalam farmakologi cina disebutkan tanamanpaku cakar ayam memiliki rasa manis dan bersifat hangat(Hutapea, 1999 dalam Widodo, 2006).

Tanaman paku cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) dilaporkan mengandung alkaloid, saponin dan phytosterol (Dalimarta, 1999dalam Sutomo dan D. Fardila, 2013). Ekstrak etanol paku cakar ayam dilaporkan mengandung lima komponen lignans yaitu (-)-lirioresinol A, (-)-lirioresinol B, (+)-wikstromol, (-)-nortracheloside, (+)- matairesinol. Risdian et al., (2011) juga menyebutkan bahwa dalam ekstrak etanol tanaman Selaginella terdapat senyawa flavonoid dengan total 23,04%.

Tanaman paku cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron) juga mengandung beberapa komponen fenolik seperti dua komponen fenilpropanon yaitu 3-hidroksi-1-(3-metoksi-4-hidroksifenil)-propan-1-on, 3-hydroksi-1-(3,5-dimetoksi-4hidroksifenil)-propan-1-on dan empat biflavonoid yaitu amentoflavon, 7,7”-di-O-metilamentoflavon,7,4′,7”,4”’-tetraometilamentoflavon, dan heveaflavon (Lee et al.,2008). Lee et al., (2008) juga menemukan senyawa biflavonoid yang baru diidentifikasi dari Selaginella doederleinii yaitu 2,2,3,3-tetrahydrorobustaflavon 7,4,7 atau robustaflavon 7,4,7-trimethyl ether.

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah seluruh tanaman, baik dalam keadaan segar atau kering. Tanaman paku cakar ayam memiliki beberapa manfaat yaitu berkhasiat untuk menghilangkan panas, melancarkan aliran darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti pendarahan (hemostatis) serta menghilangkan bengkak. Selain itu paku cakar ayam juga berkhasiat untuk mengatasi batuk, infeksi saluran nafas, radang paru, hepatitis, diare, keputihan, tulang patah, pendarahan, dan kanker (Dalimartha, 1999 dalam Sutomo dan Fardila, 2013).

 

artikel

No Comments to “Paku Cakar Ayam”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*