Home » artikel » Tanaman Bit (Beta vulgaris L.)

Tanaman Bit (Beta vulgaris L.)

Tanaman Bit (Beta vulgaris L.)

Menurut Steenis (2005) bit merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Batang bit sangat pendek hampir tidak terlihat. Akar tunggangnya tumbuh menjadi umbi dan daunnya tumbuh mengumpul pada leher akar tunggal (pangkal umbi), serta berwarna kemerahan. Umbi bit berbentuk bulat atau menyerupai gasing, ada pula yang berbentuk lonjong. Pada ujung umbi bit terdapat akar. Bunganya tersusun dalam rangkaian bunga yang bertangkai banyak, dan sulit berbunga di Indonesia (Sunarjono, 2004). Gambar umbi bit merah dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Dalam taksonomi tumbuhan, Beta vulgaris L. diklasifikasikan sebagai berikut (Widhiana, 2000) :

Kingdom       : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi              : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas              : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas      :Hamamelidae

Ordo              : Caryophyllales

Famili            : Chenopodiaceae

Genus           : Beta

Spesies         : Beta vulgaris L.

Bit banyak ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.000m dipermukaan laut, terutama bit merah.Di dataran rendah bit tidak mampu membentuk umbi. Adapun syarat penting agar bit tumbuh dengan baik adalah tanahnya subur, gembur, dan lembap. Selain itu tanah liat yang berlumpur dengan pH tanah 6-7 lebih sesuai untuk bit. Sebaiknya waktu tanam bit pada awal musim hujan atau akhir musim hujan (Sunarjono, 2004). Umbi bit merupakan tanaman asli negara-negara Mediterania Timur, namun tanaman ini dapat tumbuh di seluruh dunia. Di Indonesia umbi bit sudah mulai banyak di kembangkan, khususnya di Pulau Jawa terutama di daerah Cipanas, Lembang, Pengalengan, Batu, dan Kopeng (Fardiaz, 2013).  Di Kota Batu Malang Jawa Timur produksi umbi bit merah bisa mencapai ±10 ton perhektar (Meridianto, 2013).

Umbi Bit (Beta Vulgaris L.)

Umbi bit memiliki kandungan nutrisi dan antioksidan yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai obat untuk kanker, stroke, dan gangguan jantung, serta dapat menurunkan kolesterol (Handayani, 2011).

Umbi bit yang berwarna merah keunguan sering digunakan sebagai pewarna alami pada makanan maupun minuman (Pitalua, Jimenez,Vernon-Carter and Beristain, 2010). Antioksidan yang terdapat pada bit merah adalah Betalain. Betalain merupakan pigmen yang mempengaruhi warna merah pada umbi bit (Nottingham,2004). Selain itu, umbi bit juga memiliki senyawa polifenol, vitamin, flavonoid, serta asam folat. Adapun kandungan nutrisi pada umbi bit dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel Kandungan Nutrisi dalam 100 g Umbi Bit

Kandungan Gizi Jumlah
Air (%) 76,6
Protein (%) 1,1
Lemak (%) 0,8
Karbohidrat (%) 20,4
Serat (%)Betalain (mg/ml) 1,10,133(*)
Kalori (Kal) 336
Sodium (mg) 472
Kalsium (mg) 182
Besi (mg) 8,7
Vit A (ugRE) 315
Vit B1 (mg) 0,24
Vit C (ppm) 790
Vit B3 (mg) 3,15

(Strack et al., 2002), (*) Canadanovic (2011)

Stabilitas dari pigmen bit merah dipengaruhi oleh cahaya, oksigen, aktivitas air, pH, dan temperatur (Gaztonyi, 2001). Semakin tinggi suhu pemanasan maka stabilitas antioksidan dan pigmen akan semakin menurun. Selain itu kestabilan pigmen bit merah dipengaruhi oleh pH, kisaran pH yang aman antara 4 hingga 6 (Khuluq, 2007).

 

artikel

No Comments to “Tanaman Bit (Beta vulgaris L.)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*