Home » artikel » Jeruk Keprok (Citrus reticulata)

Jeruk Keprok (Citrus reticulata)

Jeruk Keprok (Citrus reticulata)

Jeruk keprok merupakan sebutan untuk jeruk – jeruk yang tergolong kedalam jeruk manis. Nama jeruk keprok ini popular di kalangan masyarakat Jawa, Sunda dan Madura. Jeruk ini sebenarnya sangat popular dikalangan masyarakat Indonesia dan Dunia, hanya saja sebutan keprok yang memang hanya dikenal di beberapa daerah saja menjadikan jeruk ini terdengar asing (Ahira, 2009)

Sifat botani jeruk keprok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jeruk-jeruk lainnya, hanya jenisnya saja yang mungkin berbeda. Adapun klasifikasi dari jeruk keprok ini adalah (Ahira, 2009) :

  • Divisi                  : Spermatophyta
  • Subdivisi          : Angiospermae
  • Kelas                  : Dicotyledonae
  • Bangsa               : Geraniales
  • Suku                   : Rutaceae
  • Marga                : Citrus
  • Jenis                  : Citrus nobilis Lour
  • Spesies              : Citrus reticulata

Syarat Tumbuh Jeruk Kepro

Andosol di Indonesia memiliki peran penting bagi kesejahteraan masyarakat petani yang tinggal di sekitar pegunungan yang umumnya menggunakan tanah ini untuk usaha tani sayuran, buah-buahan, tanaman hias atau perkebunan, khususnya pada perkebunan Jeruk Keprok. Tanah jenis andosol merupakan salah satu persyaratan untuk jenis tanah yang baik bagi pertumbuhan Jeruk Keprok. Tanah ini digolongkan dalam tanah yang bermuatan variabel, pH tanah umumnya rendah sampai netral, dan retensi fosfat tinggi,  pH(NaF) antara 9 sampai 12 yang menunjukkan bahwa tanah ini memiliki muatan positif yang tinggi.  Tekstur tanah antara lempung berpasir hingga lempung berdebu, kandungan bahan organik tinggi, bobot isi rendah, daya menahan air sangat tinggi, kurang plastis dan tidak lekat, bersifat tidak balik (irreversiblel) bila masa tanah mengalami pengeringan dan porositas/kapasitas infiltrasi tinggi (Sutopo, 2011)

Menurut Prihatman (2000), selain jenis tanah diatas terdapat pula persyaratan lain agar jeruk keprok dapat tumbuh dengan baik

1. Iklim

  1. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
  2. Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
  3. Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
  4. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
  5. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

2. Media Tanam

  1. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7-27%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
  2. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk.
  3. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5,5–6,5 dengan pH optimum 6.
  4. Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
  5. Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.

3. Ketinggian tempat

Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies. Pada jenis Jeruk Keprok Batu 55 tinggi tempat ideal berada pada 700-1.200 m dpl.

 

 

 

 

 

 

artikel

No Comments to “Jeruk Keprok (Citrus reticulata)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*