Monthly Archives: November 2015

Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus BI)

3 November 2015

Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus BI)

Suweg (Amorphophallus campanulatus BI) ialahsuatu jenis Araceae yang berbatang semu mempunyai satudaun tunggal yang terpecah-pecah dengan tangkai dauntegak yang keluar dari umbinya. Tangkainya belang hijauputih, berbintil-bintil, panjangnya 50-150 cm. Indeks luasdaun rendah sehingga populasi tanaman per hektarmenurut Soemono et al (1986) dapat mencapai 40000-50000 tanaman. Amorphophallus campanulatus BImemiliki dua forma, ialah forma sylvestris yang berbatangkasar, berwarna gelap, umbinya gatal sehingga tidakdimanfaatkan oleh penduduk. Sedangkan forma hortensisberbatang lebih halus dan umbinya tidak terlalu gatal,sehingga sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahanpangan, khususnya di pulau Jawa (Kriswidarti, 1980). Taksonomi tumbuhan suweg secara lengkap adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Ordo : Arales

Famili : Araceae

Genus : Amorphophallus

Species : Amorphophallus campanulatus BI

Tanaman umbi suweg dapat dilihat pada Gambar berikut:

Suweg (Amorphophallus campanulatus) merupakan salah satu jenis umbi komoditas lokal Indonesia. Karena secara turun temurun suweg telah dikonsumsi oleh masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Namun demikian pengolahannya menjadi pangan fungsional masih terbatas. Padahal dengan kadar seratnya yang cukup tinggi, umbi ini mempunyai potensi mencegah beberapa penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung koroner, melalui mekanisme penurunan kolesterol dalam darah (Ardhiyanti, 2008).

Suweg dipelihara untuk dimakan umbinya. Secaratradisional parutan umbinya yang segar dapat dipakaiuntuk obat luka. Umbi suweg mengandung kristal kalsiumoksalat yang membuat rasa gatal, senyawa tersebut dapatdihilangkan dengan perebusan. Burkill (1966) menyatakanbahwa suweg mempunyai kadar karbohidrat antara 80-85% (berat basah). Umbi suweg yang telah siap digunakan dapat dilihat pada Gambar berikut:

Umbi suweg mengandung karbohidrat relatif tinggi, dimana dalam 100 gram bahan baku memiliki kandungan 15, 7 gram atau 80% sampai dengan 85%. Kandungan karbohidrat pada umbi suweg dapat dijadikan beraneka produk seperti tepung suweg walaupun masih belum populer bila dibandingkan dengan tepung singkong dan jenis tepung lainnya (Lingga, 1997).

Sifat Fisik dan Kandungan Kimia Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus BI)

Tanaman suweg adalah tanaman liar dan tumbuh baik di tempat – tempat yang lembab dan terlindungi dari sinar matahari. Tanaman suweg banyak tumbuh di hutan dan salah satu jenis umbi – umbian yang dapat hidup di dalam naungan tanaman hutan yang tinggi, tanpa dipelihara dan perawatan secara kontinyu serta relatif tahan terhadap penyakit. Ukuran umbi suweg bisa mencapai diameter 40 cm, bentuknya bundar pipih, diameter tinggi umbi bisa mencapai 30 cm, umbinya memiliki bobot kurang lebih 5 kg ( Pinus, 1997)

Sebagai sumber bahan pangan, suweg sangat potensial, karena dilihat dari komposisi utamanya adalah setiap 100 g suweg mengandung protein 1.0 g, lemak 0.1 g, karbohidrat 15.7 g, kalsium 62 mg, besi 4.2 g, thiamine 0.07 mg dan asam askorbat 5 mg. Suweg merupakan jenis umbi-umbian yang mempunyai kadar pati sebesar 18,44% (Utomo dan Antarlina, 1997). Pati suweg adalah tepung pati yang diperoleh dari proses ekstraksi umbi suweg. Kadar pati dalam pati sebesar 88,5%. Keunggulan pati suweg antara lain mempunyai kadar amilopektin yang tinggi yaitu 75,5% (Wankhede dan Sajjan, 1981).

Menurut Soetomo (2008), suweg merupakan sumber pangan yang sangat potensial. Komposisi utamanya adalah karbohidrat sekitar 80-85%. Kandungan serat, vitamin A dan B juga lumayan tinggi. Setiap 100 gram suweg mengandung protein 1.0 gram, lemak 0.1 gram, karbohidrat 15.7 gram, kalsium 62 mg, besi 4.2 gram, thiamine 0.07 mg, dan asam askorbat 5 mg. suweg juga baik dikonsumsi bagi penderita diabetes karena indeks glisemik rendah yaitu 42. Bahan pangan dengan indek glisemik rendah dapat menekan peningkatan kadar gula darah penderita diabetes.

Buah Jeruk (Citrus sinensis Osbeck)

2 November 2015

Buah Jeruk (Citrus sinensis Osbeck)

Buah Jeruk (Citrus sinensis Osbeck) adalah buah yang memiliki kulit berwarna hijau hingga jingga dan daging buahnya mengandung banyak air. Sari buah jeruk merupakan minuman hasil perasan jeruk yang populer.

Kerajaan          : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Magnoliophyta

Subkelas         : Rosidae

Ordo                : Sapindales

Famili              : Rutaceae

Genus             : Citrus

Spesies           : C. sinensis

Pohon – pohon jeruk manis banyak tumbuh di iklim tropis dan subtropis. Pertumbuhan tanaman Jeruk memerlukan  temperatur optimum antara 25-300C dan kelembaban optimum  antara 70-80%. Proses pemanenan buah jeruk dilakukan setelah berumur ± 28-36 minggu.

Di dalam buah jeruk segar terdapat kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Senyawa utama yang menjadi andalan adalah vitamin C, asam folat, serat, senyawa fitokimia, likopen, dan karotenoid. Menurut Departemen Kesehatan RI (1972), kandungan gizi jeruk manis per 100 gram adalah sebagai berikut

Tabel Kandungan Gizi Jeruk Manis Per 100 gram

No. Komponen Zat Gizi Jumlah
1 Kalori (kal) 45 kal
2 Protein (g) 0,9
3 Lemak (g) 0,2
4 Air (g) 87,2
5 Vitamin A
6 Vitamin C (mg) 49
7 Besi (mg) 0,4
8 Kalsium (mg) 33

Sumber:  Departemen Kesehatan RI (1972)

Vitamin C  adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki banyak kegunaan bagi manusia, salah satunya di bidang kesehatan seperti sebagai antioksidan. Vitamin C atau asam askorbat mempunyai berat molekul 178 dengan rumus molekul C6H8O6, berbentuk kristal kekuningan, tidak berbau, memiliki massa molar sebesar 176,12 g mol−1 , dan memiliki titik didih 190-192oC.. Menurut Harry (2007), kebutuhan vitamin C bagi tubuh adalah 70 – 90 mg setiap hari. Vitamin C dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah – buahan salah satunya adalah buah Jeruk. Menurut Winarno (2002), vitamin C dapat teroksidasi karena adanya panas dan enzim. Selain itu oksidasi asam askorbat/vitamin C juga dipengaruhi oleh cahaya, dan kondisi penyimpanan (Kusuma et al., 2007).

Sari buah adalah cairan yang diperoleh dengan memeras buah, baik disaring ataupun tidak, yang tidak mengalami fermentasi dan dimaksudkan untuk minuman segar yang langsung dapat diminum (Fachrudin, 2002). Pada sari buah jeruk memiliki sifat fisik kimia seperti pada Tabel berikut:

Tabel Sifat Fisik Kimia Sari Buah Jeruk

Parameter Pustaka
pH 5,3(a)
Total asam (mg/ml) 10,4046(a)
Kadar air (%) 90(b)
Vitamin C (mg /100 g) 40 – 70(c)
Total Padatan Terlarut (0Brix) 9,00(d)
Viskositas ( Poise) 0.0163729(d)
Massa Jenis ( g/ml) 1.04056(d)
Sumber : 

a)  Kusuma et al. (2013)

b)  Santaria (2009)

c)  Desty (2013)

d)  Irvan (2012)

« Previous Page