Home » artikel » Kombucha

Kombucha

20 November 2015

Kombucha

Kombucha berasal dari kata “Kombu” dan “Cha”. “Kombu” berasal dari nama seorang tabib dari Korea dan “Cha” berarti teh. Pada tahun 414 SM tabib kombhu pernah menyembuhkan seorang kaisar Jepang bernama Inkyo dari gangguan pencernaan kronis (sembelit berkepanjangan). Kombhu menganjurkan kepada pasiennya agar mengkonsumsi air teh yang dicampur dengan “jamur”. Setelah mengkonsumsi ramuan tersebut, ternyata sang kaisar sembuh dari penyakit yang dideritanya. Sebagai penghargaan atas jasanya sang kaisar memberi nama kombucha pada obat penyembuh yang ia konsumsi (Naland, 2004).

Sejak tahun 221 SM, orang China sudah menganggap kombucha sebagai minuman berbahan teh yang dapat membuat kehidupan kekal. Orang Cina memberi nama minuman ini tea of immortality. Dari negeri Cina, penyebaran kombucha mengikuti jalur perdagangan dan akhirnya tersebar ke berbagai penjuru dunia (Naland, 2004). Kombucha dikenal di negara bagian timur dan ditemukan di Rusia pada tahun 1800-an dan dikenal luas sebagai obat yang efektif untuk berbagai macam penyakit. Pada tahun 1950-an kombucha mulai dikenal dunia ketika dokter berkewarganegaraan Rusia menemukan komunitas penduduk yang terlindungi dari lingkungan yang terkontaminasi karena mereka mengkonsumsi minuman bernutrisi disebut kvass tea atau kombucha (Pauline et al., 2001 dalam Setiawan, 2009).

Teh kombucha merupakan campuran teh dan gula yang difermentasi dengan bantuan simbiosis antara bakteri asam asetat dan yeast sehingga membentuk suatu teh jamur (Dufresne and Farnworth, 2000; Jayabalan  et al., 2008; Teoh  et al., 2004). Teh kombucha umumnya dibuat dari teh hitam karena teh hitam merupakan teh yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh kombucha merupakan salah satu minuman yang telah dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dalam jumlah kecil mampu mencegah oksidasi selular dengan menstabilkan, menonaktifkan, atau meminimalkan efek merusak dari radikal bebas akibat stres oksidatif (Percival, 1998; Priyadarsini, 2005). Teh kombucha mengandung senyawa polifenol, alkaloid (kafein, teofilin, dan teobromin), asam amino, karbohidrat, protein, klorofil, mineral dan komponen lainnya. Diantara senyawa-senyawa tersebut, polifenol merupakan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat (Cabrera  et al., 2003).

Secara fisik,jamur kombucha merupakan selaput, lapisan, atau lempengan berwarna putih agak transparan yang tumbuh secara bertahap di atas permukaan air teh manis yang sedang difermentasi (agar dapat berfungsi sebagai obat), yang memenuhi seluruh luasan wadah air teh manis tersebut (wadah fermentasi teh). Lapisan putih agak transparan yang berupa massa yang kenyal tersebut, dinamakan nata (nata de tea). Selaput atau lapisan yang kemudian makin berkembang hingga menjadi lempengan putih (nata kombucha) tersebut, nata kombucha merupakan suatu jaringan yang terbentuk oleh misellium sebagai hasil metabolisme mikroorganisme yang dapat hidup dalam media air teh manis. Miselium tersebut  hampir sama dengan misellium kapang yang tumbuh pada tempe. Sementara, kombucha tersebut merupakan mikroorganisme (tidak nampak) dari jenis bakteri dan kapang dari (yeast) yang dapat hidup bersama secara harmonis. Bakteri dan kapang tersebut berada di dalam jaringan yang dihasilkannya sendiri (terjebak atau terperangkap) (Ghani, 2002).

Kandungan dan Manfaat Kombucha

Di dalam kombucha terkandung sejumlah enzim, vitamin, dan mineral yang akan memberikan nilai tambah tersendiri. Vitamin B (B1,B2,B3,B6,B12,B15) dalam kombucha akan membantu penyediaan energi, membantu terjadinya reaksi metabolisme lemak dan protein, dan vital bagi sistem syaraf. Vitamin C yang terkandung dalam kombucha merupakan detoksifier yang potensial, penunjang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan vitalitas (Naland, 2004).

Menurut Naland (2004) dalam Afifah (2010), kandungan kombucha secara umum terdiri dari vitamin B1 (Thiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 (Sianokobalamin), vitamin B15, vitamin C, asam folat (Citroforum Factor atau Leucovorin), asam glukoronat (Glucoronic Acid), asam glukonat (Gluconic Acid), Asam asetat (Asam Etanoat atau Asam cuka),asam chondrotin sulfat. Adapun kandungan nutrisi kombucha (tiap 120 ml) adalah sebagai berikut :

Tabel Kandungan Zat Gizi pada Kombucha (tiap 120 ml)

Zat Gizi

Kandungan

Kalori

40 Kal

Total Lemak

0 g

Sodium

0 g

Total Karbohidrat

8 g

Gula

8 g

Protein

0 g

Vitamin C

0,1152 mg

Asam Folat

0,6420 mg

Riboflavin

1,1594 mg

Sumber : Novar (1996)

 

Kombucha merupakan minuman yang banyak disarankan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Kombucha diklaim dapat membantu proses pencernaan, mengurangi nyeri pada penyakit radang sendi, mencegah infeksi mikroorganisme, membantu melawan stres, pengobatan kanker dan AIDS, serta meningkatkan kekebalan tubuh (Ram, 2000 dalamMonia, 2013). Beberapa pernyataan klaim ini telah dibuktikan dengan pengujian, dimana kombucha memiliki aktivitas antimikroba terhadap bakteri, dapat menghambat angiogenesis sel kanker prostat, serta memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menurunkan tingkat oksidasi lipid (Monia, 2013). Selain itu kombucha berkhasiat untuk membantu pencernaan, menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, menstabilkan kadar glukosa dalam darah, membantu sistem imun, dan membuang racun dari tubuh (Gunther, 1999).

Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa penentuan teh hitam Kombucha lokal di Bali yang memberikan aktivitas antioksidan optimal didasarkan pada pH yang aman untuk dikonsumsi dan persentase penangkapan radikal DPPH. Berdasarkan data, teh hitam kombucha lokal di Bali pada waktu fermentasi hari ke-1 menunjukkan aktivitas antioksidan yang optimal karena memiliki pH yang aman untuk dikonsumsi, waktu fermentasi yang cepat dan persentase penangkapan radikal DPPH yang tidak berbeda bermakna dengan teh hitam kombucha lokal di Bali yang memberikan aktivitas antioksidan tertinggi (waktu fermentasi hari ke-8) (Ayu dkk, 2013). Hasil pengujian pH, kadar fenolik total dan Penangkapan Radikal DPPH (%P) Teh Hitam Kombucha Lokal di Bali dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel Hasil Uji pH, Kadar Fenolik Total dan Persentase Penangkapan Radikal DPPH (%P) Teh Hitam Kombucha Lokal di Bali

Waktu Fermentasi

Hasil Pengujian

pH (X±sd)

Kadar Fenolik Total

(X±sd)

% P (X±sd)

Hari ke-1 3,87 ± 0,02 43,84 ± 0,76 88,07 ± 1,80
Hari ke-8 3,21 ± 0,04 43,28 ± 3,19 90,39 ± 8,41
Hari ke-15 2,99 ± 0,02 44,78 ±2,03 85,99 ± 1,05

(Sumber : Ayu dkk, 2013).

artikel

No Comments to “Kombucha”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*