Home » artikel » Bunga Mawar (Rosa sp.)

Bunga Mawar (Rosa sp.)

9 November 2015

Bunga Mawar

Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Bunga ini dikenal nama bunga ros atau “Ratu Bunga” karena merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur. Dalam perkembangannya, bunga mawar ini menyebar luas di daerahdaerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis) (Kementerian Riset dan Teknologi, 2000). Biasanya mawar hanya dinikmati sebagai pelengkap keindahan karena bunganya yang berwarna warni. Akan tetapi, ternyata mawar juga dapat dihasilkan sebagai minyak atsiri dengan berbagai khasiatnya (Yuliani, 2012).

Kingdom     : Plantae
Divisi            : Spermatophyta
Sub Divisi   : Angiospermae
Kelas            : Dicotyledonae
Ordo             : Rosanales
Famili          : Rosaceae
Genus           : Rosa
Species        : Rosa damascene Mill. ,R.Multiflora Thunb. ,R.hybrida Hort. dl

Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia, India, Afrika Utara dan Indonesia. Di Indonesia terdapat berbagai macam varietas bunga mawar yang dihasilkan yaitu bunga mawar potong, mawar pot dan bunga mawar tabur. Kelebihan dari mawar ini adalah tingkat produktivitasnya yang cukup tinggi sehingga lebih mudah untuk didapatkan, berkisar antara 120-280 kuntum/m/tahun (Rukmana, 1995). Sentra penanaman bunga potong, tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Jakarta (Kementerian Riset dan Teknologi, 2000).

Salah satu hasil proses metabolisme dalam tanaman yang terbentuk dari reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan air atau pelarut disebut minyak atsiri. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, memiliki rasa dan bau yang sesuai oleh tanaman penghasilnya. Pembuatan minyak atsiri biasanya berasal dari ekstraksi aroma seperti maserasi, enfleurasi, ekstraksi pelarut menguap, distilasi uap, dan lain sebagainya. Minyak atsiri yang berasal dari mawar banyak digunakan di industri kosmetika dan sebagai parfum dengan kualitas tinggi. Produk pertama sebagai bahan baku parfum disebut concrete, sebagai hasil ekstraksi bunga menggunakan pelarut (Amiarsi, 2006 dan Patel et al, 2011). Umumnya bunga mawar potong kurang harum sehingga tidak cocok untuk digunakan sebagai bahan baku minyak atsiri. Mawar yang sering digunakan adalah mawar tabur (Yuliani, 2012).

Minyak atsiri bunga mawar memiliki aroma yang harum dan disukai banyak orang. Produsen parfum di seluruh dunia banyak mencari minyak atsiri mawar ini karena memiliki nilai jual yang tinggi. Parfum mawar ini terbuat dari campuran minyak atsiri mawar murni kemudian dicampur minyak atsiri hasil destilasi dan alkohol (Lingga, 2008). Dalam bidang pengobatan,

seluruh bagian tanaman mawar mulai dari bagian akar, daun, bunga buah (rise hips) dan kandungan essential oil dapat dimanfaatkan. Khasiat dari aroma minyak atsiri alami memberikan rasa kebugaran, menimbulkan efek relaksasi, menghilangkan ketegangan pikiran, dan depresi. Pengobatan dengan menggunakan minyak atsiri atau yang lebih dikenal dengan aromaterapi memiliki keunggulan, yaitu mampu masuk dan membawa nutrisi ke seluruh dinding dan inti sel. Kekurangan nutrisi dalam tubuh sering menyebabkan kekurangan oksigen, oleh karena itu molekul oksigen yang terikat pada minyak atsiri dapat membantu tubuh untuk menerima nutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh (Satuhu, 2005).

Mutu minyak mawar ditentukan oleh kandungan Phenyl ethyl  alcohol, Citronellol  dan  geraniol  karena memiliki peranan yang cukup  penting terutama  sebagai  bahan  dasar  parfum, aroma  terapi  ataupun  bahan  pewangi. Keberadaannya secara konvensional diproduksi dari mahkota bunga mawar (Lingga, 2008). Kandungan Phenyl ethyl  alcohol, Citronellol  dan  geraniol  dalam  tanaman  mawar  cukup  penting terutama  sebagai  bahan  dasar  parfum,  aroma  terapi  ataupun  bahan  pewangi. Tidak  kurang  dari  300  komponen  kimia  yang ditemukan  dalam  minyak  atsiri  mawar  di  antaranya  adalah citronellol, geraniol, nerol, linalool, phenyl ethyl  alcohol,  farnesol,  stear opt ene,  a-pinene,  ß-pinene, a-terpinene, limonene, p-cym ene,  camphene,  ß -caryophyllene, neral, citronellyl acetate, geranyl  acetate, neryl  acetate,  eugenol,  m ethyl eugenol,  r ose oxide,  a -damascenone, ß damascenone, benzaldehyde, benzyl  alcohol, rhodinyl acetate, phenyl  ethyl  formate (Lavid et al,  2002).

artikel

No Comments to “Bunga Mawar (Rosa sp.)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*