Home » artikel » Pisang (Musa spp)

Pisang (Musa spp)

22 September 2015

Pisang (Musa spp)

Tanaman pisang berasal dari daerah tropis yang beriklim basah. Tanaman pisang dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.000-3.000 mm pertahun. Tanaman pisang lebih senang tumbuh di daerah yang subur dengan pH tanah 4,5-7,5 (Sumarjono, 1997). Tanaman pisang dapat tumbuh baik di tanah yang kaya humus, tetapi dapat juga hidup di tanah kapur dengan iklim lembab banyak sinar matahari. Akar pisang tidak tahan kekeringan atau air yang berlebihan.

Klasifikasi botani tanaman pisang menurut Tjitrosoepomo (2002) adalah sebagai berikut:

Divisi               : Spermatophyta

Sub divisi       : Angiospermae

Kelas               : Monocotyledonae

Famili              : Musaceae

Genus             : Musa

Spesies           : Musa spp

Buahnya merupakan produk utama pisang. Pisang dimanfaatkan baik dalam keadaan mentah, maupun dimasak, atau diolah menurut cara-cara tertentu. Pisang dapat diproses menjadi tepung, kripik, sale, bir (Afrika), cuka, dan sebagainya. Biasanya dalam bentuk tepung, pisang digunakan dalam kasus anemia dan rasa letih pada umumnya, serta untuk yang kekurangan gizi. Buah yang belum matang merupakan sebagian dari diet bagi orang yang menderita penyakit batuk darah (haemoptysis) dan kencing manis. Saat keadaan kering, pisang bersifat anti sariawan usus (Nuryadin, 2008).

Berdasarkan manfaatnya bagi kepentingan manusia, pohon pisang dibedakan atas tiga macam, yaitu pisang buah, pisang hias dan pisang serat. Pisang raja nangka merupakan jenis pisang komersial. Pisang ini kulit buahnya tetap berwarna hijau walaupun sudah matang. Kulit buah agak tebal, buahnya berukuran besar. Panjang buah dapat mencapai 28 cm, bentuk buah melengkung. Pisang berasal dari Malang Jawa Timur ini hanya berbobot 150 – 180 gram perbuah. Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis sedikit asam dan aromanya harum (Anonymous, 1997).

Pisang jenis ini biasanya tidak dikonsumsi langsung sebagai pencuci mulut, tetapi diolah terlebih dahulu menjadi beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain kripik pisang (Lampung), sale pisang (Bandung), pisang molen (Bogor), epe (Makassar), getuk pisang (Kediri).

Pisang raja nangka merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak. Warna buah pisang raja nangka cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Karena itu pengolahan buah pisang raja nangka untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah pisang raja nangka dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan seperti, kripik, sirup, dodol, manisan, sale, dan getuk. Pisang raja nangka mempunyai rasa agak masam, sehingga jarang disajikan sebagai pencuci mulut. Rasa asam inilah yang membuat nilai ekonomisnya rendah dibandingkan dengan jenis pisang lainnya, seperti pisang ambon, pisang raja emas, pisang uli, pisang tanduk, dan lain-lain. Nilai ekonomis pisang raja nangka dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi makanan (Saraswati, 1997).

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak (Sunita, 2001).

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Buah pisang mengandung nilai gizi cukup tinggi sebagai sumber karbohidrat, vitamin, dan mineral. Kandungan karbohidratnya terutama berupa zat tepung atau pati dan macam-macam gula. Kandungan gula dalam pisang terdiri atas senyawa-senyawa seperti dextrose 4,6%, clevulosa 3,6%, dan sukrosa 2% (Anonymous, 2009).

Nilai energi rata-rata 136 kalori untuk setiap 100 gram sedangkan buah apel hanya 54 kalori komposisi kandungan gizi. Buah pisang mengandung banyak zat yang bermanfaat untuk tubuh. Unsur-unsur yang terkandung dalam buah pisang antara lain vitamin, kerbohidrat, serta mineral. Dalam satu buah pisang seberat 225 gram, terkandung 200 kalori yg merupakan sumber energi untuk tubuh. Terdapat juga kandungan serat sebanyak 6 gram. Kandungan serat sebanyak ini dapat memenuhi 23% kebutuhan tubuh akan serat harian. Kandungan gizi buah pisang terangkum dalam Tabel berikut:

Tabel Kandungan Unsur Gizi dan Kalori Buah Pisang (dalam 100 g Bahan)

No

Jenis Zat Gizi

Jenis Pisang

Ambon

Angleng

Mas

Lampung

Raja

Susu

Raja Nangka

1

Kalori (kal)

110

75

103

110

133

131

163

2

Air (g)

72

80,5

64,0

72,8

66

67

59

3

Protein (g)

1,2

1.3

1,4

1,3

1,2

1,2

2

4

Lemak (g)

0,2

0,2

0.2

0,2

0,2

0,2

0,2

5

Karbohidrat (g)

25,8

17

23,8

25,7

31,6

31,1

38,3

6

Mineral (g)

0,8

1

0,6

0,8

1

0,5

0,5

7

Kalsium (mg)

8

10

7

10

10

7

10

8

Fosfor (mg)

28

26

25

19

22

29

28

9

Zat besi (mg)

0,5

0,6

0,8

0,9

0,8

0,3

0,9

10

Vitamin B1 (mg)

44

23

24

185

285

67

34

11

Vitamin B2 (mg)

0,0

0,08

0,0

0

0,06

0

0,5

12

Vitamin C (mg)

3

6

2

4

10

4

3

13

Serat Kasar(g)

0,7

0,7

1,7

6

0,7

6

6

Sumber: Daftar Analisis Bahan Makanan, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, (1992).

artikel

No Comments to “Pisang (Musa spp)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*