Monthly Archives: September 2015

Ikan Lencam (Lethrinus sp)

1 September 2015

Ikan Lencam (Lethrinus sp)

Ikan lencam (Lethrinus sp) merupakan jenis ikan karang yang umum ditemukan di kawasan konservasi laut.Ikan lencam ini termasuk famili utama ikan karang yang berperan sebagai penyumbang produksi perikanan dan tergolong ikan karang konsumsi.Ikan karang merupakan jenis ikan demersal yang hidup di daerah perairan dengan dasar yang ditumbuhi karang.Ikan karang ini merupakan sumberdaya yang penting sebagai sumber protein hewani bagi kehidupan manusia (Anonymous, 2007).

Famili Lethrinidae ini memiliki warna tubuh bervariasi untuk setiap jenis, tetapi ada beberapa jenis dapat berubah dengan cepat.Hal ini hampir mirip dengan famili Lutjanidae(ikan kakap) tetapi memiliki kepala agak runcing (Anonymous, 2007).Biasanya ikan lencam ini dipasarkan dalam bentuk segar, fillet, asin-kering dengan harga sedang. Beberapa jenis yang bisa mencapai ukuran besar merupakan sumber makanan penting dan permintaan pasar untuk jenis ikan ini sangat besar (Kuiter, 1992).Jenis ikan ini terdiri dari banyak spesies, yang paling umumadalah Lethrinus lentjan.Lethrinus lentjan sangat komersial pada pasar lokal dan mahal, tinggal padadasar berpasir dekat Terumbu Karang; ditemukan secaralokal di Jawa, juga ditemukan pada sebagian besarwilayah perairan Indonesia (Mallawa, 2006).

Menurut Cholik (2006), di laut Arafura, pada bulan September-Oktober 2011, hasil tangkapan terutama ikan demersal famili Lethrinidae cukup besar yaitu 16,12 kg/jam. Beberapa jenis ikan lencam yang ditemukan di perairan laut Kabupaten selayar yaitu (Mallawa, 2006):

Famili : Lethrinidae

Genus : Lethrinus

Spesies :Lethrinus erythropterus

Spesies :Lethrinus harak

Spesies :Lethrinus obsoletus

Spesies :Lethrinus olivaceus

Kulit Ikan

Kulit ikan mengandung air 69,6%, protein 26,9%, abu 2,5% dan lemak 0,7%. Kira-kira 80% dari bahan kering kulit terdapat protein yang banyak macamnya serta sangat kompleks komposisinya.Protein pada kulit dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu protein yang tergolong serat protein meliputi kolagen, keratin, dan elastin dan protein yang tergolong globular protein meliputi albumin dan globulin.Pada ikan sendiri banyak mengandung asam amino essensial dan lisin.Psda ikan kandungan lisin lebih dari 10% dari total protein (Anonymous, 2009).

Kulit ikan umumnya terdiri dari dua lapisan utama yaitu dermis dan epidermis.Lapisan dermis merupakan jaringan pengikat yang cukup tebal dan mengandung sejumlah serat kolagen. Kolagen merupakan komponen sturktural utama dari jaringan pengikat putih (white connective tissue) yang meliputi hampir 30% dari total protein pada jaringan organ tubuh vertebrata dan invertebrata (Poppe, 1997).Kolagen yang berarti “bahan pembentuk perekat” merupakan komponen protein utama jaringan pengikat, yang bertindak sebagai elemen penahan tekanan pada semua mamalia dan ikan (Glicksman, 1969).Kulit ikan mengandung cukup besar protein kolagen. Apabila ko!agen dididihkan di dalam air yang dikombinasikan dengan perlakuan asam atau basa, akan mengalami transformasi menjadi gelatin. Kandungan kolagen pada kulit ikan keras (teleostei) berkisar 15-17%, sedangkan pada tulang ikan rawan (elasmobranch) berkisar 22-24% (Zainuddin, 2010).

Dalam pembuatan gelatin dari kulit ikan lencam pada penelitian ini, digunakan bahan baku yang masih segar. Parameter untuk menentukan kesegaran ikan dapat dilakukan secara sensoris, atau dengan melihat kondisi fisik bahan baku. Bahan baku yang masih segar mempunyai penampakan luar yang cerah dan tidak suram. Keadaan itu dikarenakan belum banyak perubahan biokimia yang terjadi.Metabolisme dalam tubuh ikan masih berjalan sempurna. Pada ikan tidak ditemukan tanda-tanda perubahan warna, tetapi secara berangsur-angsur warna makin suram, karena timbulnya lender sebagai akibat berlangsungnya proses biokimiawi lebih lanjut dan berkembangnya mikroba. Sisik ikan juga dapat dijadikan sebagai parameter kesegaran bahan baku. Untuk kulit ikan yang memiliki sisik melekat kuat, tidak mudah dilepaskan dari tubuhnya berarti kulit ikan tersebut masih segar. Warna kulit terang dan jernih, kulit masih kuat, tidak mudah sobek, terurtama pada bagian perut, warna-warna khusus yang masih ada terlihat jelas (Adawyah, 2007). Jika ditinjau dari baunya, ikan segar memiliki bau yang segar, berbau rumput laut, spesifik menurut jenisnya, tidak berbau asam, dan lapisan lender pada permukaannya berbau segar, jernih dan belum ada perubahan warna (Hadiwiyoto, 1993).

« Previous Page