Home » artikel » Brokoli (Brassica oleracea)

Brokoli (Brassica oleracea)

2 September 2015

Brokoli (Brassica oleracea)

Brokoli (Brassica oleracea) adalah sayuran yang masuk golongan kubis-kubisan. Bentuknya mirip dengan kembang kol, hanya saja kuntum brokoli berwarna hijau tua, sedangkan kembang kol berwarna putih. Konon asalnya dari daerah Mediterania. Sejak jaman Yunani kuno tanaman ini sudah dibudidayakan. Brokoli masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970an. Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan, yang biasanya dingin. Di Indonesia sentra produksi brokoli antara lain di Lembang – Jawa Barat dan Batu Malang (Iwan, 2011).

Klasifikasi brokoli adalah sebagai berikut (Cahyono, 2011):

Devisi              : Sphermatophyta

Subdevisi       : Angiospermae

Klas                  : Dicotyledonae

Famili              : Cruciferae

Genus              : Brassica

Spesies            : Brassica oleraceae

Brokoli biasanya direbus atau dikukus. Ada juga yang memakan secara mentah. Tidak seperti kembang kol yang sering berbau agak pesing dan tawar, brokoli ini lebih manis dan segar. Brokoli mengandung banyak vitamin, mineral dan serat. Brokoli juga diyakini mampu mencegah berbagai penyakit termasuk kanker dan tekanan darah tinggi. Vitamin yang paling menonjol terdapat di brokoli adalah vitamin C, vitamin A, dan vitamin K. Sedangkan kandungan mineralnya antara lain kalsium, phospor, potassium dan manganese. Dalam satu sajian sekitar 100 gr, brokoli menyumbang asupan 5% protein dan 10% serat dari total kebutuhan tubuh (Iwan, 2011).

Gabungan kuntum bunga yang berwarna hijau mengandung antioksidan, provitamin A, vitamin C, asam folat. Kandungan Sulforafane yang ada dapat membunuh bakteri-bakteri resisten H. pylori yang dikenal sebagai penyebab kanker lambung yang cukup mematikan. Brokoli memperlancar saluran pencernaan dan mencegah kesulitan BAB atau konstipasi. Kandungan lainnya yaitu karotinoid yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh/kekebalan tubuh, flavonoid yang berguna sebagai anti peradangan dan juga anti kanker, glukosinolate yaitu anti kanker dan pencegah infeksi, lutein sebagai zat yang menjaga kesehatan mata, dan juga fenolic sebagai zat anti kanker dan pencegah penyakit jantung (Jusup, 2007).

Brokoli juga merupakan sumber penting protein, tiamin, riboflavin, niasin,kalsium, besi, magnesium, fosfor, dan zink, serta sangat baik sebagai sumber seratmakanan, vitamin B6, asam folat, asam pantotenat, dan kalium. Sayur ini mengandung sedikit lemak jenuh, dan sangat sedikit kolesterol (kurang dari 1 g per kg). Kandungan mineral dan kromium dalam brokoli membantu mengatur gula darah dan tekanan darah. Brokoli adalah sumber terbaik dari kromium – mineral yang membantu mengatur insulin dan gula darah. Akan lebih protektif bila dimakan mentah atau dimasak sebentar (Widiarnako, 2002; Ahira, 2011; Mikail dan Anna, 2011).

Tabel Zat Yang Terkandung Dalam 100 g Brokoli

Zat Yang Terkandung Kadar
Vitamin A

Vitamin B-Thiamine

Vitamin C

Zat Besi

Fosfor

Potassium

Karbohidrat

Protein

Kalori

3.500 I.U

10 g

118 mg

1,3 mg

76 mg

270 mg

5,5 g

3,3 g

29 kal

                                    (Ahira, 2011)

 

artikel

No Comments to “Brokoli (Brassica oleracea)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*