Home » artikel » Cuka Salak

Cuka Salak

10 September 2015

Cuka Salak

Cuka salak dibuat dengan cara menghancurkan salak serta memeras airnya. Kemudian dilakukan penambahan gula dan yeast ke dalam air perasan dari salak untuk memulai proses fermentasi, yaitu dengan merubah gula menjadi alkohol. Cuka diproduksi menjadi dua tahapan fermentasi. Pada tahap pertama gula diubah menjadi etanol oleh khamir, strain Saccaromyces cereviceae selama 2 bulan. Sedangkan tahap kedua bakteri genus Acetobacter mengoksidasi etanol menjadi asam asetat juga dalam 2 bulan.

Dalam bentuk cuka salak atau “Salacca vinegar“, kandungan vitamin diantaranya vitamin C dan senyawa antioksidan dapat dipertahankan, akibat proses fermentasi terjadi kenaikan komponen fitokimia yang memiliki khasiat kesehatan seperti melindungi dan penyakit jantung dan kanker serta membantu memperlambat resiko penyakit degeneratif (Fibrianto, 2007).

 

Penggunaan Cuka untuk Penyakit Diabetes

Penelitian tentang pemanfaatan cuka sebagai obat untuk menurunkan kadar glukosa pada penyakit diabetes sudah mulai dilakukan. Penelitian yang telah ada adalah dengan menggunakan cuka apel sebagai agen penurun kadar glukosa darah pada tikus diabetes. Penelitian Saber (2010) menunjukkan hasil penggunaan cuka apel terhadap tikus diabetes yang terinduksi alloxan didapatkan adanya penurunan kadar glukosa darah setelah dilakukan pemberian cuka apel selama 3 minggu. Dari data yang diperoleh, tikus yang diberi cuka apel menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih cepat jika dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi cuka apel. Pada penelitian ini cuka apel juga dibandingkan dengan obat untuk diabetes yaitu glibenclamide. Faktanya pemberian cuka apel memiliki efek yang lebih lama dari glibenklamide yang diberikan. Mekanisme anti diabetes ini bisa jadi karena cuka apel memiliki beberapa komponen aktif.

Mekanisme penurunan kadar glukosa darah ini diduga terjadi karena senyawa aktif yang terdapat pada cuka apel yaitu senyawa sulphonylurea mempengaruhi kerja sel β pankreas dengan meningkatkan sekresi insulin sehingga kadar gula darah dapat terkontrol. Senyawa aktif  lain yang terdapat dalam cuka apel dan memiliki efek antiglikemik adalah asam asetat. Asam asetat dapat menghambat aksi dari enzim disakaridase yang berakibat pada proses pencernaan dari karbohidrat komplek sehingga penyerapan glukosa hasil pencernaan akan lebih lambat dan kenaikan indeks glikemik dapat terkontrol. Selain itu asam asetat juga memperlambat proses pengosongan lambung sehingga laju penyerapan glukosa menjadi lebih lambat.

Johnston et al., (2004) melakukan studi yang melibatkan manusia menyebutkan bahwa konsumsi cuka pada penderita diabetes tipe 2 mempengaruhi kerja insulin sehingga gula darah menjadi terkontrol. Asam asetat yang terkandung dalam cuka merupakan agen yang berperan dalam mengontrol gula darah tersebut. Penelitian lain tentang pemanfaatan cuka dilakukan oleh Shishehbor et al (2008) yang menggunakan cuka apel untuk melihat pengaruh pemberian cuka apel terhadap profil lipid dari tikus normal dan diabetes. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi terjadi penurunan nilai trigliserida dan LDL pada tikus diabetes serta peningkatan HDL. Penurunan trigliserida dan LDL ini disebabkan adanya asam asetat yang terkandung dalam cuka apel. Asam asetat ini berperan juga dalam menurunkan indeks glikemik dalam tubuh.

artikel

No Comments to “Cuka Salak”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*