Home » artikel » Temu Putih (Curcuma zeodaria Rosc.)

Temu Putih (Curcuma zeodaria Rosc.)

Temu Putih (Curcuma zeodaria Rosc.)

Klasifikasi Tanaman
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Zingiberales
Suku : Zingiberaceae
Marga : Curcuma
Jenis : Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.

Temu putih memiliki daun tanaman berwarna hijau, berukuran panjang 41,6 cm dan lebar 14,8 cm dan berjumlah sekitar 12 helai. Kulit rimpang temu putih yang berumur tua memiliki warna putih kotor dengan daging berwarna putih kekuningan, sedangkan rimpang yang masih muda kulit rimpangnya berwarna coklat muda dengan daging berwarna putih kotor. Rimpang berasa agak pahit dan berlendir. Beberapa zat kimia yang terdapat dalam rimpang temu putih antara lain minyak atsiri yang terdiri atas cinelo, resin, camphene, zingeberene, borneol, camphor, tepung, curcumin, dan zedoarin (Rukmana, 2004). Gambar temu putih dapat dilihat pada Gambar berikut:

Gambar Tanaman Obat Temu Putih - Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.

Secara tradisioal digunakan sebaagi antimikroba dan antifungal (Witson et al., 2005). Shiobara et al. (1985) mengidentifikasi senyawa cyclopropanosesquiterpene, curcumenone dan 2  spirolactones, curcumanolide A dan curcumanolide B. Pada shoots muda dari C. zedoaria mengandung  (+)-germacrone-4,5-epoxide, sebuah intermediet kunci pada biogenesis a germacrone-type sesquiterpenoids. Di negara Brazil, di gunakan sebagai obat penurun panas. Aktivitas ini dikarenakan adanya senyawa yang bertanggung jawab yaitu curcumenol (Navvaro et al., 2002). Kandungan kimia rimpang Curcuma zedoaria Rosc terdiri dari : kurkuminoid (diarilheptanoid), minyak atsiri, polisakarida serta golongan lain. Diarilheptanoid yang telah diketahui meliputi : kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan 1,7 bis (4-hidroksifenil)-1,4,6-heptatrien-3-on (Windono dkk, 2002).
Minyak atsiri berupa cairan kental kuning emas mengandung : monoterpen dan sesquiterpen. Monoterpen terdiri dari : monoterpen hidrokarbon (alfa pinen, D-kamfen), monoterpen alkohol (D-borneol), monoterpen keton (D-kamfer), monoterpen oksida (sineol). Seskuiterpen pada Curcuma zedoaria terdiri dari berbagai golongan dan berdasarkan penggolongan yang dilakukan terdiri dari : golongan bisabolen, elema, germakran, eudesman, guaian dan golongan spironolakton. Kandungan lain meliputi : etil-p-metoksisinamat, 3,7-dimetillindan-5-asam karboksilat (Windono dkk, 2002).

Singh et al (2002) melaporkan kandungan minyak atsiri pada Curcuma zedoaria berupa 1,8 cineol (18.5%), cymene (18.42%), α-phellandrene (14.9%).

Golongan seskuiterpen yaitu β-Turmerone dan ar-turmeron yang diisolasi dari rhizoma Curcuma zedoaria menghambat produksi prostaglandin E2 terinduksi lipopolisakarida (LPS) pada kultur sel makrofag tikus RAW 264.7 dengan pola tergantung dosis (IC50 = 7.3 μM untuk β-turmerone; IC50 = 24.0 μM untuk ar-turmerone). Senyawa ini juga menunjukkan efek penghambatan produksi nitric oxide terinduksi LPS pada sistem sel (Hong et al., 2002).

Aktivitas antioksidan
Senyawa yang beraksi sebagai antioksidan kemungkinan adalah 5-isopropylidene-3,8-dimethyl-1(5H)-azulenone (Mau et al., 2003).

 

artikel

No Comments to “Temu Putih (Curcuma zeodaria Rosc.)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*