Home » artikel » Jali (Coix lacryma jobi-L)

Jali (Coix lacryma jobi-L)

Jali (Coix lacryma jobi-L)

Jali (Coix lacryma-jobi L.) adalah tanaman famili Poaceae (rumput-rumputan yang menghasilkan biji yang dapat dimakan (edible grains) seperti serealia lain (gandum, jagung, millet, barley) (Dharmananda, 2007dalam Cahyani, 2010).Jali (Coix lacryma-jobi L.) masih satu rumpun dengan jagung (Zea mays) dan sorghum (Sorghum bicolor), yaitu dalam rumpun Andropogoneae (Black et al., 2006dalam Cahyani, 2010).

Jali memiliki nama yang bermacam-macam seperti Job’s tear, Adlay, Mayuen, Gandum mutiara china (Chinese pearl barley), dan Hatomugi (Chaisiricharoenkul et al., 2011). Di Indonesia, Coix lacryma-jobi dikenal dengan berbagai sebutan antara lain Hanjeli, Hajeli, Jelai, Jali, Japen, Jaten (Heyne, 1987). Daerah asal jali adalah Asia Timur sampai India Timur yang menyebar ke Cina, Mesir, Jerman, Haiti, Hawai, Jepang, India, Indonesia, Panama, Philipina, Taiwan, Amerika, Venezuela, Australia, Malaysia, dan Papua (Plants For A Future, 2000).

Menurut pengamatan yang dilakukan di daerah Bandung Utara, beberapa petani lokal menyatakan bahwa tanaman ini hanya membutuhkan sedikit pupuk, dan tidak memiliki hama dan penyakit yang cukup berarti. Satu-satunya ancaman utama adalah burung liar yang mengincar bijinya.Namun budidaya tanaman jali tetap memerlukan tanah yang baik, air yang cukup dan sinar matahari yang cukup.Pemberian pupuk untuk menambah unsur hara nitrogen tetap diperlukan (Nurmala, 2003). Kekurangan jali dibandingkan padi dan jagung adalah produktivitas (yield) yang masih relatif lebih rendah. Walaupun pada dasarnya tanaman ini bersifat perennial (tahunan), tetapi untuk budidaya dianggap sebagai tanaman annual (musiman).Masa panen jali sekitar 5-6 bulan sejak biji ditanam.Tanaman tumbuh secara vegetatif selama empat bulan sebelum berbunga dan penyerbukan terjadi, sedangkan pertumbuhan bijian memakan waktu dua bulan (Burnette, 2012).Dalam satu rumpun dapat terdiri banyak tunas. Kalau dalam 1 lubang ditanam 2 biji, maka dala satu rumpun akan tumbuh sekitar 7-10 tunas pada masa panen pertama. Pada masa panen ke-2 akan menjadi lebih banyak lagi. Berbeda dengan jagung yang hanya satu kali panen per 1 kali tanam, tetapi jali dapat dipanen berkali kali dalam satu kali tanam.FAO dan PROSEA melaporkan bahwa jali bereproduksi 2-4 ton tanpa kulit per hektar dengan persentase penggilingan (sejumlah biji yang telah dikuliti) 30-50% (Burnette, 2012).Bentuk tanaman jali dapat dilihat pada Gambar berikut:

Biji jali dikelompokkan menjadi dua bentuk, yaitu biji yang dikultivasi berkulit lunak dan jali liar yang berkulit keras (Arora, 1977).Jenis yang dibudidayakan (var. ma-yuen) memiliki peranan penting sebagai obat tradisional.Jenis ini memiliki cangkang yang tipis dan mudah dipecahkan sehingga mudah untuk mendapatkan biji dalamnya untuk bahan makanan.Jali kultivasi digunakan tersebar sebagai pangan dan pakan, tetapi jali liar (var. stenocarpa, var. monilifer, dll) umumnya digunakan sebagai ornament dan dibentuk menjadi kalung tasbih (Purseglove, 1972 dalam Apirattananusorn, 2008).Lakkaham et.al (2009) menyebutkan ada 4 varietas jali, yaitu jali ketan, jali batu, jali abu-abu, dan jali normal.Keempat jali tersebut dapat dibedakan secara visual berdasarkan warna kulit arinya.Apabila kulit ari pada biji jali tersebut dikelupas, maka terlihat warna biji yang putih. Di Indonesia, masyarakat membedakan jali menjadi 2, yaitu jali batu dan jali ketan. Jali batu menghasilkan biji yang keras dan biasanya jenis jali batu ini tumbuh liar, sedangkan jali ketan dibudidayakan untuk diambil bijinya.Jali ketan berkulit tipis dan lebih lunak dan warna kulit biji jali ketan cokelat kekuningan, kuning gading sampai ke merah jambu, dengan permukaan kurang licin dan kurang mengkilap (Foragri, 2010dalam Cahyani, 2010).

Menurut Chaisirichharoenkul et al(2011), jali telah banyak digunakan pada pengobatan tradisional China karena mengandung anodin, anti-inflamasi, antipiretik, antiseptic, antispasmodic, hipoglikemik, hipotensif, sedative, dan vermifuge (Plants For A Future, 2000). Di Jepang dan Thailand digunakan sebagai penambah sup pada makanan yang merupakan alternatif makanan yang sehat. Percobaan yang telah dilakukan terhadap manusia dan hewan bahwa mengkonsumsi biji jali dapat meningkatkan metabolisme lemak sehingga dapat menurunkan resiko penyakit jantung.Beberapa komponen bioaktif jali terutama coixenolide dapat menghambat tumor, mencegah kanker, dan melindungi dari inveksi virus (Hung dan Chang, 2003).Tidak hanya berpotensi sebagai obat, tumbuhan yang tergolong serealia ini juga berpotensi sebagai sumber pangan karena memilki rasio protein karbohidrat yang tinggi. Bila dibandingkan dengan gandum, biji jali memilki jumlah fosfor dan besi yang lebih tinggi, kandungan lemak dua kali lipat lebih banyak, dan protein, vitamin B kompleks serta energi yang setara (Plants For A Future, 2000). Perbandingan nilai gizi biji jali dengan serealia lainnya dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel Komposisi Kimia Tanaman Serealia dalam 100 g Biji Serealia

Komposisi Kimia

Beras

Jagung

Millet

Sorghum

Barley

Jali

Gandum*

Kadarair (%)

13.5

13.6

11.0

12.0

13.7

15.0

14.0

Energi (kJ)

1711

1690

1573

1628

1586

1506

330 (kkal)

KH (%)

87.7

83.0

78.9

82.6

83.2

76.4

77.3

Protein (%)

8.8

10.5

12.8

11.4

12.2

14.1

10-16

Lemak (%)

2.1

4.9

5.6

4.2

2.4

7.9

1-2.9

Serat (%)

0.8

2.7

1.7

2.5

2.9

0.9

Abu (g)

1.3

1.6

2.7

1.7

2.2

1.6

1.9

Ca (mg)

18

16

56

25

58

54

48

Fe (mg)

3.2

3.2

10.1

4.3

7.0

0.8

3.1-4.6

Vit B1 (mg)

0.39

0.34

0.35

0.37

0.36

0.48

1.1

Vit. B2 (mg)

0.08

0.13

0.16

0.20

0.12

0.10

Niacin (mg)

5.8

2.4

2.0

4.4

6.0

2.7

Sumber: Grubben dan Partohardjono(1996)

*Hardiyanti (2009)

Duke (1983) menyatakan bahwa protein yang terdapat dalam biji jali terdiri atas asam amino tyrosine, arginine, histide, asam glutamate, lysine dan leusine. Selain kaya akan protein, biji jali juga mengandung lemak essensial, asam lemak miristat dan palmitat. Asam lemak essensialnya terdiri atas 45-55%, asam oleat 35%, dan asam linoleat 39% (Lau, 2003).

Granula pati jali berbentuk bulat dan polygonal dengan ukuran rata-rata 11.68-12.29 µm. Suhu gelatinisasi jali putih dan jali hitam berkisar antara 67-81°C dengan tipe gelatinisasi tipe A (Chaisiricharoenkul, et.al., 2011).  Pada biji jali tidak terdapat gluten, sehingga tidak akan tejadi pengembangan adonan saat pemanggangan (Grubben dan Partohardjono, 1996). Oleh karena itu penggunaan tepung jali dapat dipergunakan sebagai tepung campuran untuk memberi rasa tertentu pada produk pangan berbasis tepung.Menurut Sulaeman dkk.(1993), tepung jali dapat disubstitusikan dalam tepung terigu untuk membuat berbagai produk olahan. Hal ini karena tepung jali memilki pH antara 4,75-5,75 yang hampir sama dengan tepung terigu dan mengandung 19,97% amilosa yang hampir sama dengan tepung terigu (19,91%).

artikel

No Comments to “Jali (Coix lacryma jobi-L)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*