Home » artikel » Labu Kabocha (Cucurbita maxima L.)

Labu Kabocha (Cucurbita maxima L.)

Labu Kabocha

Terdapat lima spesies labu kuning yang umum dikenal, yaitu Cucurbita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Secara harfiah Kabocha memiliki arti labu kuning, karena memang dagingnya berwarna kuning. Labu kabocha termasuk ke dalam labu musim dingin (winter squash) Japanese pumpkin varietas Cucurbita maxima dengan nama spesies Cucurbita maxima L (Brotodjojo, 2010). Asal usul Kabocha diketahui dibawa oleh pelaut Portugis ke Jepang pada tahun 1541, bangsa Portugis menyebutnya cambodia abobora yang kemudian disingkat oleh orang jepang dengan “Kabocha”. Dalam bahasa lain Kabocha dikenal dengan sebutan danhobak (Korea) dan fak thong (Thailand) (Krisnawati, 2009).

Kabocha merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang berarti labu. Labu ini mempunyai bentuk yang sama dengan labu lokal di Indonesia, tetapi kuit buahnya berwarna hijau, dan ukurannya relatif lebih kecil. Warna buah, baik yang masih muda atau sudah tua, tidak berubah. Tanaman ini masih satu keluarga dengan mentimun (kyury), semangka, dan melon, yaitu Cucurbitaceae (Imdad, 1995). Taksonomi tumbuhan Kabocha diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom           : Plantarum

Divisi                  : Spermatophyta

Sub-divisi         : Angiospermae

Kelas                  : Dikotil

Sub-kelas          : Sympetalae

Ordo                  : Cucurbitales

Famili                 : Cucurbitaceae

Genus                : Cucurbita

Spesies              : Cucurbita maxima L.

Kabocha tergolong tanaman semusim yang tumbuh menjalar atau merambat dan berbatang kokoh. Batang utama berbuku-buku dan berambut kasar. Buah Kabocha termasuk buah sejati tunggal dan berbiji banyak. Bijinya terdapat di dalam daging buah. Tanaman ini tumbuh baik pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan sedang. Tanaman ini merupakan tanaman yang toleran terhadap kekeringan, realtif sedikit membutuhkan air dan sensitif terhadap genangan air. Kabocha dapat ditanam di seluruh daerah di Indonesia dan lebih baik ditanam pada musim kemarau (Imdad, 1995).

Komposisi buah labu spesies Cucurbita maxima terdiri dari 81.2% daging buah, 12.5% kulit, dan 4.8% biji dan jaring-jaring biji. Buah yang cukup tua diperoleh dengan pemetikan buah yang berumur 3-4 bulan. Semakin tua umur buah maka kulit buahnya pun akan semakin keras. Walupun buah labu berkadar air tinggi, tetapi mempunyai daya awet yang tinggi. Labu yang sudah matang, masih utuh dan tanpa luka dapat tahan sampai satu tahun dalam penyimpanan alami. Kondisi yang dibutuhkan selama penyimpanan adalah 24-29°C, selama dua minggu setelah pemetikan. Pada kondisi ini akan memperkeras kulitnya. Kondisi penyimpanan selanjutnya adalah suhu 10-13°C dan kelembaban 70-75%. Tempat penyimpanan harus dipilih yang bersih dan mempunyai sirkulasi udara yang baik (Herklots, 1972).

Tabel Varietas Labu Kuning Import dari Negara Lain

No

Varietas Labu

Ciri-ciri

1 Labu Kuning Taiwan (early price, first taste, mukua, pride phoenix, mixta pangalo) Buah berukuran kecil kecil

Berat berkisar 1-2kg/buah

Rasa buah enak, padat dan manis

Memiliki kadar air yang rendah

Warna buah kuning tajam dan menarik

Umur panen 90 hari

2 Labu Kuning Hei Ja Pi (vegetable appagety swuash) Bentuk buah oval

Warna kulit putih susu

Warna daging buah muda adalah kuning muda dan yang buah tua adalah kuning tua

3 Labu Kuning Amerika Tahan terhadap hama penyakit

Bersulur pendek

4 Labu Kuning Australia dan Jepang Daging buah muda terurai

Berat buah 1-2 kg dan berukuran besar

5 Labu Kuning Zapello dar Denmark Termasuk jenis labu kuning bokor

Bentuk buah bulat dan warna kulit kuning

Ukuran bijinya kecil dari pada labu kuning lokal

6 Labu Kuning Kabocha dari Jepang (Melanoformis makino, Tetsukabuto, Ohgata tersumabuko, Miyoko)  Bentuk buah mungil dengan berat 2kg/buah

Kulitnya hijau bercak kuning atau cokelat muda

Daging buah berwarna kuning keemasan, halus dan gempi

Rasanya manis

Sumber: Sudarto (1993)

Kabocha merupakan komoditas hortikultura yang relatif baru dibudidayakan di Indonesia. Komoditas ini berprospek cerah, mempunyai peluang sebagai komoditas ekspor dan dapat menaikkan pendapatan petani karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Banyak keistimewaan dari Kabocha antara lain adalah rasanya yang lebih enak dari labu kuning varietas lokal yang kebanyakan ada di Indonesia, keunggulan produksinya, dan dapat tumbuh dan berkembang di kawasan tropik seperti Indonesia. Meski Kabocha dikenal memiliki keistimewaan dibanding sayuran lokal, tetapi jika tidak didukung dengan pengolahan yang benar, maka kualitas hasilnya akan menurun (Anonymousa, 2013).

Kandungan nutrisi di dalam Kabocha sangat baik bagi kesehatan, termasuk juga untuk bayi dan anak. Di sisi lain, Kabocha juga banyak mengandung vitamin dan nutrien lain. Kabocha memiliki serat yang tinggi dan rendah lemak, disamping itu b-karoten yang terbentuk dari pigmen buah yang berwarna kuning-oranye merupakan prekursor vitamin A yang apabila dicerna tubuh akan berubah menjadi vitamin A yang bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko kanker dan penyakit jantung, serta menurunkan tekanan darah. Terdapat juga vitamin C, besi, dan kalium yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh. Manfaat lain dari Kabocha adalah seratnya yang tinggi dapat mengurangi resiko sembelit (Krisnawati, 2009). Kabocha juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua kerotenoid yang mirip dengan b-karoten. Hanya kedua substansi ini yang ada di dalam interior mata, yang mana keduanya melindungi mata dari kerusakan dan membantu mencegah degenerasi makular (Whang et.al, 1999).

Komposisi kimia, konsetrasi asam amino dan asam lemak, serta konsentrasi tokoferol pada labu spesies Cucurbita maxima lebih tinggi dibandingkan spesies Cucurbita pepo dan Cucurbita moschata (Kim et.al., 2012). Menurut penelitian Kim et.al (2005), Kabocha merupakan sumber karotenoid yang tinggi dibanding labu kuning jenis lainnya. Kandungan karotenoid pada labu Kabocha sebagian besar berupa karoten yang nilainya bisa mencapai 285.91 mg/100g sedangkan labu kuning biasa hanya 24.62 mg/100g.

Tabel Komposisi Kimia Buah Labu (Cucurbita maxima) 100 g bahan

Komposisi (%b/b)

Satuan

Jumlah (kadar dalam produk)

Kadar Air

gram

85-91.2

Kadar Protein

gram

0.8-2.0

Kadar Lemak

gram

0.1-0.5

Kadar Karbohidrat

gram

3.3-11.0

Kalsium

miligram

14-48

Phospor

miligram

21-38

Besi

miligram

70

Vitamin A

IU

340-7800

Vitamin B

miligram

0.014

Vitamin C

miligram

6-21

Kalori

kJ

85-170

Sumber: Direktorat Gizi, DepKes RI (2000)

artikel

No Comments to “Labu Kabocha (Cucurbita maxima L.)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*