Home » artikel » Kentang (Solanum tuberosum L.)

Kentang (Solanum tuberosum L.)

Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman pangan terpenting ketiga dunia setelah beras dan gandum untuk dikonsumsi manusia. Kentang berasal dari daerah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan. International Potato Centre (CIP) menyebutkan bahwa daerah tersebut merupakan pusat konservasi keanekaragaman hayati kentang (Ma’rufatin, 2011). Tanaman kentang dapat dibudidayakan di beberapa negara beriklim sedang, tropis dan subtropis (Otroshy, 2006). Di Indonesia, kentang dibudidayakan oleh petani di daerah dataran tinggi antara 800-1800 m (Ma’rufatin, 2011)

Kentang merupakan tanaman umbi-umbian dan tergolong tanaman berumur pendek. Tumbuhnya bersifat menyemak dan menjalar dan memiliki batang berbentuk segi empat. Batang dan daunnya berwarna hijau kemerahan atau berwarna ungu. Umbinya berawal dari cabang samping yang masuk ke dalam tanah, yang berfungsi sebagai tempat menyimpan karbohidrat sehingga bentuknya membengkak. Umbi ini dapat mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk cabang yang baru (Aini, 2012).

Morfologi

Klasifikasi ilmiah dari tanaman kentang yang dikutip dari Setiadi (2009), yakni:

Kingdom            : Plantae

Divisi                   : Magnoliophyta (Spermatophyta)

Kelas                   : Magnoliophyta (Dicotyedonae/Berkeping Dua)

Subkelas             : Asteridae

Ordo                    : Solanales/Tubiflorae (Berumbi)

Famili                   : Solanaceae (Berbunga terompet)

Genus                  : Solanum (Daun mahkota berletakan satu sama lain)

Seksi                   : Petota

Spesies                : Solanum tuberosum

Nama binomial    : Solanum tuberosum LINN. (Solanum tuberosum L.)

Dalam Ma’rufatin (2011), kentang merupakan salah satu tanaman dikotil yang bersifat semusim dan berbentuk semak atau herba. Pada pertumbuhan kentang sendiri, terdapat empat fase pertumbuhan. Dimulai dari pertumbuhan vegetatif yaitu fase yang ditandai dengan tumbuh atau munculnya tunas. Fase tersebut terjadi kurang lebih 2-4 minggu sampai fase inisiasi. Pada fase inisiasi ini juga diikuti dengan pembentukan stolon dilanjutkan pembesaran umbi yang terjadi selama 7-8 minggu. Terakhir adalah fase pemasakan yang memerlukan waktu selama 2-3 minggu. Pada fase ini ditandai dengan terbentuknya kulit umbi kemudian bagian atas dari tanaman akan berwarna kekuning-kuningan dan mati. Sehingga jumlah waktu yang diperlukan selama proses pertumbuhan kentang adalah sekitar 13-20 minggu atau 90-140 hari. Dari jumlah hari tersebut dapat dikatakan bahwa kentang merupakan tanaman berumur pendek (Sunarjono, 2007).

            Dalam Sumarni dkk, (2013) kentang cocok di tanam di daerah subtropis dan di dataran tinggi tropika pembentukan umbi terjadi dengan baik pada suhu siang 25oC dan suhu malam 17oC atau lebih rendah. Suhu perakaran yang baik untuk pertumbuhan umbi adalah 14,9oC sampai 17,7oC. Tanaman kentang tumbuh dengan baik pada lingkungan dengan suhu rendah, yaitu 15 oC sampai 20oC, serta cukup sinar matahari (313 W/m2) dengan kelembaban udara 80-90% (Sunarjono, 2007).

 

artikel

No Comments to “Kentang (Solanum tuberosum L.)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*