Home » artikel » Uncategorized » Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.)

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.)

20 May 2015

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.)

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada iklim tropis ataupun subtropis dan sudah digunakan sejak lama karena fungsi pengobatannya. Lidah buaya dapat tumbuh di daerah beriklim dingin dan juga di daerah kering, seperti Afrika, Asia dan Amerika. Hal ini disebabkan bagian stomata daun lidah buaya dapat tertutup rapat pada musim kemarau karena untuk menghindari hilangnya air daun. Lidah buaya dapat tumbuh pada suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 16-33oC dengan curah hujan 1000-3000 mm dengan musim kering agak panjang, sehingga lidah buaya termasuk tanaman yang efisien dalam penggunaan air (Furnawanthi, 2002).

Tanaman lidah buaya termasuk keluarga liliaceae yang memiliki sekitar 200 spesies. Dikenal tiga spesies lidah buaya yang dibudidayakan yakni Aloe sorocortin yang berasal dari Zanzibar (Zanzibar aloe), Aloe barbadansis miller dan Aloe vulgaris. Pada umumnya banyak ditanam di Indonesia adalah jenis barbadansis yang memiliki sinonim Aloe vera linn (Tarigan, 2001). Jenis Aloe yang banyak dikenal hanya beberapa antara lain Aloe nobilis, Aloe variegate, Aloe vera (Aloe barbadansis), Aloe ferox miller, Aloe arborescens dan Aloe schimperi (McVicar, 1994). Secara sistematis, tumbuhan lidah buaya ini diklasifikasikan sebagai berikut :

Divisi              : Magnoliophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Asparagales

Famili             : Asphodelaceae

Genus             : Aloe L.

Spesies           : Aloe vera L.

Lidah buaya memiliki ciri-ciri morfologi pelepah daun yang runcing dan permukaan yang lebar, berdaging tebal, tidak bertulang, mengandung getah, permukaan pelepah daun dilapisi lilin, bersifat sekulen, berat rata-rata per pelepah adalah sekitar 0,5-1 kg dan tinggi 45-50 cm. Masa panen lidah buaya sekitar 10-12 bulan setelah tanam, sehingga dalam satu tahun tanaman ini dapat dipanen sebanyak 4 kali (3 bulan sekali). Tanaman lidah buaya ini akan terus menghasilkan pelepah daun hingga 7-8 tahun dan (Furnawanthi, 2002).

Jika daun dilepas dari tanaman, maka akan keluar getah yang berwarna agak kekuningan di bagian yang terluka. Daun lidah buaya mengandung gel yang apabila daun tersebut dikupas akan terlihat lendir yang mengeras yang merupakan timbunan cadangan makanan (Sudarto, 1997). Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening dan lekat. Sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil.

 

Gel Lidah Buaya

Menurut Yaron (1991), bahwa pelepah tanaman Aloe vera L. ini terdiri dari beberapa bagian utama, yakni  mucilage gel dan exudate (lendir). Bagian utama  mucilage gel terdiri atas berbagai macam polisakarida (glucomannan, acetylated glucomannan, acemannan, galactogalacturan, dan galactoglucoarabinomannan), mineral (calcium, magnesium, potassium, sodium, iron, zinc, dan chromium), protein (enzim pectolytic, aloctindan lectin (glikoprotein), serta jenis protein lain), ß- sitosterol, hidrokarbon rantai panjang, dan ester. Bagian utama exudate (lendir) terdiri atas yellow sap (lendir berwarna kuning) dan lendir tidak berwarna.  Yellow sap mengandung berbagai komponen seperti anthraquinone beserta turunannya, aloin (barbaloin), dan aloe-emodin, sedangkan lendir tidak berwarna mengandung berbagai jenis komponen fenolik.

Gel lidah buaya ini tidak berwarna dan berbau, tidak mempengaruhi rasa atau rupa dari buah, aman digunakan, alami serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya yang terdiri dari polisakarida, berperan menghalangi kelembaban dan oksigen yang dapat mempercepat pembusukan makanan. Gel ini juga mengandung antibiotik dan anti cendawan yang berpotensi memperlambat atau menghalangi mikroorganisme yang mengakibatkan keracunan makanan pada manusia (Reynolds dan Dweck, 1999).

 

Komposisi Gizi dan Kandungan Gel Lidah Buaya

Komposisi terbesar gel lidah buaya adalah air, yaitu 99.20% sisanya adalah padatan yang terutama terdiri dari karbohidrat, yaitu mono dan polisakarida. Polisakarida gel lidah buaya terutama terdiri dari glukomanan serta sejumlah kecil arabinan dan galaktan. Monosakaridanya berupa D-glukosa, D-manosa, arabinosa, galaktosa dan xylosa (Setiabudi, 2008).

Secara kuantitatif, protein dalam lidah buaya ditemukan dalam jumlah yang cukup kecil, akan tetapi secara kualitatif protein gel lidah buaya kaya akan asam-asam amino essensial terutama leusin, lisin, valin, dan histidin. Selain kaya akan asam-asam amino essensial, gel lidah buaya juga kaya akan asam glutamate dan asam aspartat. Vitamin dalam lidah buaya larut dalam lemak, selain itu juga terdapat asam folat dan kolin dalam jumlah kecil (Setiabudi, 2008). Komposisi kimia gel lidah buaya per 100 gram dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel Komposisi Kimia Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Komponen

Kadar

Energi (Kal)

1,73 – 2,30

Protein (gr)

0,10 – 0,06

Lemak (gr)

0,05 – 0,09

Karbohidrat (gr)

0,30

Kalsium (mg)

9,92 – 19,920

Besi (mg)

0,060 – 0,320

Vitamin A (IU)

2,00 – 4,60

Vitamin C (mg)

0,50 – 4,20

Thiamin (mg)

0,003 – 0,004

Riboflavin (mg)

0,001 – 0002

Niasin (mg)

0,038 – 0,040

Serat (gr)

0,30

Abu (gr)

0,10

Kadar Air (gr)

99,20

Sumber : Departemen Kesehatan R.I (1992)

Dari segi kandungan nutrisi, gel atau egene, lidah buaya mengandung beberapa mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, sodium, besi, zinc, dan kromium. Beberapa vitamin dan mineral tersebut dapat berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami, seperti fenol, flavonoid, vitamin C, vitamin E, vitamin A, dan magnesium. Antioksidan ini berguna untuk mencegah penuaan dini, serangan jantung, dan berbagai penyakit degeneratif (Astawan, 2008).

Berdasarkan hasil penelitian, lidah buaya diketahui banyak mengandung zat nutrisi seperti asam amino, mineral, vitamin, sterol, tanin, polisakarida (pektin, glukoman, glukomanan) dan enzim serta zat bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, sebagaimana tercantum dalam Tabel berikut :

Tabel  Zat-zat yang terkandung dalam Gel Lidah Buaya

Zat

Kegunaan

Vitamin B1, B2, Niasinamida, B6, cholin, asam folat

 

Bahan penting untuk menjalankan fungsi tubuh secara normal dan sehat.
Asam amino Bahan untuk pertumbuhan dan perbaikan dan untuk sintesa bahan lain.

 

Enzim oksidase, amylase, katalase, lipase, protease Mengatur proses kimia dalam tubuh dan menyembuhkan luka dalam dan luar.

 

Selulosa, glukosa, mannose, aldopentosa, ramnosa

 

Mengatur proses kimia dalam tubuh dan menyembuhkan luka dalam dan luar
Lignin Mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi, sehingga memudahkan peresapan gel ke kulit

 

Saponin Mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik, bahan pencuci yang sangat baik

Sumber : Furnawanthi (2003)

 

Komponen Bioaktif Gel Lidah Buaya

Zat yang terkandung dalam gel lidah buaya tersebut memiliki aktivitas antara lain sebagai antimikroba, penurun kolesterol darah, antidiabetes, antikanker, antivirus, antijamur, antioksidan, mencegah chilling injury, serta dapat menyembuhkan luka dan mencegah peradangan (anti-inflammatory). Lidah buaya merupakan tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki kemampuan lain yang dapat dimanfaatkan untuk memperpanjang umur simpan buah dan sayuran (Reynolds dan Dweck, 1999).

Lidah buaya mengandung beberapa senyawa bioaktif, diantaranya adalah: gliko-protein (Yagi et al.,1997), senyawa-senyawa fenolik seperti aloe-emodin (AE), aloin, barbaloin, suatu hydroxy-antrakinon (Susana et al., 2004), derivat-sakarida (acetylated mannose atau acemannan) yang berfungsi sebagai antiviral, prostaglandin dan asam-asam lemak (misalnya asam γ-linoleat) yang bersifat sebagai antiinflamasi, antialergi, anti pembentukan gumpalan platelet dan penyembuh luka serta enzim, asam amino,vitamin dan mineral. Senyawa bioaktif seperti fenolik dan emodin biasanya bersifat sebagai antioksidan dan labil sehingga mudah terurai atau kehilangan aktifitasnya. Komponen bioaktif yang terkandung dalam lidah buaya (Aloe vera L.) dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel Komponen Bioaktif yang terkandung pada Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Komponen bioaktif

Fungsionalitas

Acemannan 

 

Anti-inflammatory, wound healing, anti-kanker, anti-virus, UV sunburn
Glikoprotein Anti-diabetes, anti-kanker
Aloe emodin Anti-kanker, anti-oksidan, anti-mikroba
Lectin Anti-inflammatory, wound healing, anti-kanker
Aloin (Barbaloin) dan komponen fenolik Anti-mikroba , anti-oksidan
Alomicin Anti-kanker

Sumber : Reynolds dan Dweck (1999).

Penggunaan gel lidah buaya telah diaplikasikan di industri pangan sebagai ingredien pangan fungsional, dan salah satunya dengan menjadikan gel lidah buaya berpotensi sebagai bahan untuk membentuk edible film alami. Hasil penelitian Valverde et al. (2005) membuktikan bahwa gel lidah buaya sebagai edible dapat berperan baik dalam menahan laju respirasi dan beberapa perubahan fisiologis akibat proses pematangan pada buah anggur selama penyimpanan, karena gel tersebut terdiri dari polisakarida yang mampu mereduksi aktivitas enzim, menghambat transfer gas CO2 dan O2, serta mengandung banyak komponen fungsional yang mampu menghambat kerusakan produk pasca panen. Selain itu, senyawa antimikroba yang terkandung dalam gel lidah buaya ternyata mampu mencegah poliferasi mikroba pada buah anggur tersebut.

Ada pula teori yang menyebutkan telah menemukan kandungan zat aktif dalam lidah buaya yang dapat berfungsi sebagai antimikroba, mengurangi racun, bahan laksatif dan mempunyai kandungan antibiotik seperti kompleks anthraquinone, aloin, barbaloin, aloe emodin dan acemannan.

Menurut Setiabudi (2008), cairan lidah buaya mengandung unsur utama, yaitu aloin, emodin, gum dan unsur lain seperti minyak atsiri. Setiabudi (2008) menyatakan bahwa aloin merupakan bahan aktif yang bersifat sebagai antiseptik dan antibiotik. Senyawa aloin merupakan kondensasi dari aloe emodin dengan glukosa. Senyawa ini mempunyai rasa getir yang ditentukan pertama kali oleh Smith pada tahun 1841. Selain itu, kandungan aloin pada Aloe Vera sebesar 18-25%, Aloe perryi sebesar 7,5-10% dan Aloe ferox Miller sebesar 9-24,5%, serta senyawa tersebut bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti demam, sakit mata, tumor, penyakit kulit dan obat pencahar.

Uncategorized