Home » artikel » Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)

25 May 2015

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench)

Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Menurut laporan U.S. Grains Council (2015), sorgum merupakan serealia terbesar ketiga di Amerika Serikat. Selain itu, Amerika Serikat juga termasuk negara eksportir sorgum terbesar dunia dan hampir menguasai 75% pasar sorgum dunia. Nama sorgum berbeda disetiap negara, antara lain great millet dan guinea coradi di Afrika Barat, kafir corn di Afrika Utara, milo sorgo di Amerika Serikat, kaoliang di Cina, durra di Sudan, chotam di India, cantel di Jawa, dan gandrum di Sunda (Sirappa, 2003).

Klasifikasi tanaman sorgum menurut Wales (2010) sebagai berikut :

Kingdom        : Plantae

Divisi               : Magnoliophyta

Kelas               : Liliopsida

Ordo                : Poales

Famili              : Poaceae

Genus              : Sorghum

Spesies           : Sorghum bicolor

Banyaknya daerah marginal dan kering di Indonesia adalah salah satu potensi tanaman serealia ini untuk dibudidayakan dan dikembangkan. Keunggulan sorgum terletak pada daya adaptasinya yang luas, toleran terhadap kekeringan, produktivitas tinggi, dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya (Yulita dan Risda, 2006). Selain itu, sorgum dapat ditanam secara monokultur maupun tumpangsari dan memiliki kemampuan tumbuh kembali setelah dipanen atau disebut ratun sehingga akan mengurangi biaya produksi.

Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang baik, bahkan kandungan protein dan nutrisi penting sorgum lebih tinggi dibandingkan dengan beras. Menurut Leder (2004), kandungan karbohidrat biji sorgum relatif sama dengan beras, bahkan kadar protein, kalsium, besi, dan posfor lebih tinggi. Kandungan protein dan mineral yang tinggi ini menunjukkan kelayakan sorgum sebagai bahan pangan, khususnya bagi masyarakat pedesaan di lahan marjinal. Kandungan protein pada sorgum lebih tinggi dari jagung dan hampir sama dengan gandum, namun protein sorgum bebas glutein. Berikut komposisi nutrisi sorgum dibanding serelia lainnya.

Tabel Komposisi Nutrisi Sorgum dalam 100 g Sorgum dibanding Serealia  lainnya

Komoditas

Total Gula (g)

Lemak

(g)

Protein

(g)

Karbohidrat

(g)

Total Serat

(g)

Energi

(kkal)

Sorgum

2,5

3,4

10,6

72,0

6,7

329

Beras

0,1

0,5

6,8

81,6

2,8

370

Jagung

0,6

4,7

9,4

74,2

7,3

365

Gandum

0,4

1,9

10,6

75,3

12,7

340

Barley

0,8

1,1

9,9

77,7

15,6

352

Sumber : USDA (2015)

Salah satu bagian sorgum yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan adalah biji. Secara morfologi biji sorgum memiliki ciri-ciri fisik berbentuk bulat (flattened spherical) dengan berat 25-55 mg (Dicko et al., 2006). Biji sorgum berbentuk butiran dengan ukuran 4,0 x 2,5 x 3,5 mm. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, sorgum dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu biji berukuran kecil (8-10 mg), sedang (12-24 mg), dan besar (25-35 mg). Biji sorgum tertutup sekam dengan warna coklat muda, krem atau putih, bergantung pada varietas. Menurut Mudjisihono dan Suprapto (1987), biji sorgum terdiri atas tiga bagian utama, yaitu lapisan luar (coat), embrio (germ), dan endosperm.

Bagian terluar biji sorgum (coat) terdiri atas hilum dan perikarp yang mengisi 7,3-9,3% dari bobot biji. Perikarp terdiri atas lapisan mesokarp dan endocarp. Mesokarp merupakan lapisan tengah dan cukup tebal, berbentuk polygonal, dan mengandung sedikit granula pati. Endokarp tersusun dari sel yang melintang dan berbentuk tabung, pada endokarp terdapat testa dan aleuron. Ketebalan testa di puncak biji berkisar antara 100-140 µm, dan yang paling tipis berukuran 10-30 µm. Lapisan aleuron terdapat di atas permukaan endosperma biji. Warna biji dipengaruhi oleh warna dan ketebalan kulit (pericarp), terdapatnya testa serta tekstur dan warna endosperma (Du Plessis, 2008).

Bagian selanjutnya adalah embrio/germ. Embrio/germ meliputi 7,8-12,1% dari bobot biji yang terdiri atas bagian inti embrio/embryonic axis, skutelum/scutellum, calon tunas/ plumule, dan calon akar/radicle. Pada bagian embrio mengandung asam lemak tak jenuh seperti asam linoleat, protein, lisin, dan polisakarida nonpati. Bagian ini sebagai inti dari biji sorgum. Bagian selanjutnya adalah endosprema. Endosprema merupakan 80-84,6% dari bobot biji. Endosperma terdiri atas lapisan endosperma luar (peripherial endosperm), tengah (corneus endosperm), dan dalam (floury endosperm) yang mengandung konsentrasi pati terbesar dibanding bagian lain. Komposisi setiap lapisan beragam, bergantung varietas (House, 1985).

Pada masing-masing bagian biji sorgum memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Endosperma merupakan bagian terbesar dari biji sorgum (82,5%) yang memiliki kandungan pati tertinggi. Sedangkan lembaga adalah bagian biji sorgum yang kaya kandungan gizi berupa protein, lemak, abu, dan serat, tetapi sedikit mengandung pati. Komposisi nutrisi bagian biji sorgum dapat menjadi petunjuk pemanfaatannya, sehubungan dengan teknologi pengolahan yang akan digunakan.

Tabel Kandungan Gizi Bagian Biji Sorgum Utuh

Bagian Biji

Komposisi (%)

Pati (%)

Protein (%)

Lemak (%)

Abu (%)

Serat (%)

Biji Utuh

100

73,8

12,3

3,6

1,65

2,2

Endosperma

82,3

82,5

12,3

0,6

0,37

1,3

Kulit Biji

7,9

34,6

6,7

4,9

2,0

8,6

Lembaga

9,8

13,4

18,9

28,1

10,4

2,6

Sumber : Hubbard et al. (1950)

 

 

 

 

 

 

Pemanfaatan sorgum sebagai sumber pangan fungsional belum banyak dilakukan dan selama ini masih terbatas pakan ternak. Padahal biji sorgum memiliki unsur – unsur pangan fungsional antara lain beragamnya antioksidan, mineral terutama Fe, serat, oligosakarida, dan β-glukan yang termasuk karbohidrat non-starch polysakarida (NSP) (Suarni, 2004).  Kandungan mineral Fe yang tinggi dan serat pangan yang dibutuhkan tubuh adalah salah satu keunggulan sorgum dibanding serealia lainnya misalnya gandum. Unsur mineral Fe sangat membantu dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu ada jenis sorgum yang mengandung antioksidan tinggi. Salah satunya adalah sorgum coklat. Sorgum coklat mengandung antioksidan tinggi berupa tanin (golongan polyphenol) yang  berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional.

artikel