Home » artikel » Sorgum Coklat

Sorgum Coklat

Sorgum Coklat

Salah satu sorgum varietas lokal adalah sorgum coklat. Sorgum coklat adalah jenis sorgum yang dibedakan berdasarkan warna kulit biji sorgum. Menurut Suarni dan Singgih (2002), berdasarkan warnanya kulit biji sorgum dibedakan menjadi dua, yaitu berwarna putih, merah atau coklat. Warna biji sorgum dipengaruhi oleh warna perikarp, keberadaan pigmen dalam lapisan testa, dan warna sekunder tanaman. Warna perikarp dan lapisan testa dikendalikan oleh genetik. Sorgum putih memiliki perikarp yang tipis dan transparan sehingga warna pada lapisan testa dan endosperma akan nampak dan mempengaruhi warna biji.

Warna pada testa adalah akibat adanya tanin. Menurut Du Plessis (2008), sorgum dengan warna biji merah atau coklat biasanya mempunyai kandungan tanin yang lebih tinggi dibandingkan sorgum yang warna bijinya putih. Tetapi, warna biji tidak dapat dijadikan indikator terpercaya dalam menentukan kadar tanin pada biji sorgum. Menurut Boren dan Waniska (1992), menemukan kandungan tanin yang bervariasi pada warna perikarp dari berbagai varietas sorgum. Sorgum dengan warna perikarp putih, kuning, merah atau coklat dapat mengandung tanin atau juga tidak. Kadar tanin sorgum tidak tergantung dari warna kulit biji tetapi terlihat dari warna lapisan testanya, karena 81,6% kadar tanin terdapat pada lapisan testanya.

Warna biji sorgum merupakan salah satu kriteria menentukan kegunaannya. Varietas yang berwarna lebih terang akan menghasilkan tepung yang lebih putih dan tepung ini cocok untuk digunakan sebagai makanan lunak, roti dan lain-lainnya. Sedangkan varietas yang berwarna gelap akan menghasilkan tepung yang berwarna gelap dan rasanya lebih pahit. Tepung jenis ini cocok untuk bahan dasar pembuatan minuman dan kue berwarna gelap. Sorgum coklat memiliki lapisan testa yang mengandung tanin tinggi. Tanin berasa pahit dan bersifat malnutrisi sehingga tidak disukai oleh burung. Keunggulan sorgum coklat ialah resistan terhadap hama burung sehingga memudahkan petani dalam budi daya sorgum coklat. (Farrar et al., 2008).

Pada umumnya sorgum coklat cenderung lebih lembut dan lebih rentan terhadap kerusakan serangga di bawah kondisi penyimpanan dibanding sorgum putih. Sorgum coklat juga memiliki biji yang cenderung soft (rapuh) sehingga sulit untuk didapatkan endosprema utuh. Menurut Ensminger et al. (1993), alasan mengapa biji sorgum coklat sangat sulit di proses, antara lain:

    1. Bila pericarp dihilangkan dari bagian luar (disosoh), maka testa merupakan bagian paling akhir yang bisa dihilangkan.
    2. Bila biji sorgum ini dibasahi, kulit yang dapat dihilangkan hanya bagian pericarp, sementara testa tetap terikat pada endosperma.

Biji sorgum coklat cenderung lunak dan endospermanya mudah pecah bila dilakukan penyosohan secara mekanis

artikel

No Comments to “Sorgum Coklat”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*