Home » artikel » Uncategorized » Klasifikasi teh

Klasifikasi teh

Klasifikasi teh

Menurut Alamsyah (2006), teh dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu teh hijau (tidak difermentasi), teh oolong (semi fermentasi) dan teh hitam (fermentasi penuh).

1. Teh hijau

Teh hijau dibuat melalui inaktivasi enzim polifenol oksidasenya didalam daun teh segar. Metode inaktivasi enzim polifenol oksidase teh hijau dapat dilakukan melalui pemanasan (udara panas) dan penguapan (steam/uap air). Kedua metode ini berguna untuk mencegah terjadinya oksidase enzimatis katekin.

2. Teh hitam

Teh hitam dibuat melalui oksidasi katekin dalam daun segar dengan katalis polifenol oksidase atau disebut dengan fermentasi. Proses fermentasi ini dihasilkan dalam oksidasi polifenol sederhana, yaitu katekin teh diubah menjadi molekul yang lebih kompleks dan pekat sehingga memberi ciri khas teh hitam, yaitu berwarna, kuat dan berasa tajam.

3. Teh Oolong

Teh oolong diproses melalui pemanasan daun dalam waktu singkat setelah penggulungan. Oksidasi bisa terhenti dalam proses pemanasan, sehingga teh olong disebut dengan teh semifermentasi. Karakteristik teh oolong berada diantara teh hitam dan teh hijau.

Perbedaan utama yang cukup berarti dari ketiga proses pengolahan teh tersebut ada pada kandungan katekinnya. Kandungan katekin tertinggi ada pada teh hijau, disusul teh oolong, dan teh hitam. Teh hijau mengandung 16-30% senyawa katekin, meskipun jumlah ini masih dipengaruhi cuaca (iklim), varietas, jenis tanah, dan tingkat kematangan daun. Pada pengolahan teh hitam, katekin dapat teroksidasi membentuk warna dan cita rasa yang khas. Secara klasik, warna teh hitam dapat dibagi kedalam orange-coloured theaflavins (TFs), yang memberikan warna merah keemasan dan brownish thearubigins (TRs), yang memberikan warna kecoklatan teh. Kandungan berbagai senyawa inilah yang membuat teh hitam bisa berwarna merah keemasan atau kecoklatan.

Kunci utama dari khasiat teh ada pada komponen bioaktifnya, yaitu polifenol yang secara optimal terkandung dalam daun teh yang masih muda dan utuh. Katekin adalah senyawa dominan dari polifenol teh hijau yang merupakan senyawa larut dalam air, tidak berwarna dan memberikan rasa pahit. Flavanol sebagai zat antioksidan pada daun teh terdiri atas quersitin, kaemferol, dan mirisetin. Sekitar 2-3% bagian teh yang larut dalam air merupakan senyawa flavonol. Sekitar 14 glikosida mirisetin, quersetin dan kaemferol dalam teh segar, teh hijau dan teh hitam telah diketahui keampuhannya dalam menghalau kanker dan kolesterol.

Uncategorized

No Comments to “Klasifikasi teh”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*